“A-aku malu, Om,” jawab Salsa sambil menunduk. Dia takut terhipnotis sorot mata tajam itu, terlebih netra abunya semakin menambah ketampanan pria ini. Di kampus hanya dirinya yang tak pernah heboh kalau membahas soal Nathan Abimanyu. Apalagi kalau mobil mewahnya langsung terparkir depan lobby kampus saat menjemput ataupun mengantarkan Alea ke kampus. Ya… meskipun tidak setiap hari, tapi Alea sangat beruntung. Saat yang lain heboh mengagumi Ayah sahabatnya itu, cuma Salsa yang kalem. Bukan karena dia tak terpikat, tapi justru lirikan mata Nathan bisa membuatnya langsung ingin telanjang, walaupun sekarang situasinya beda. Dia ditiduri karena utang, dia ditiduri hanya jadi pemuas ranjang, bukan ditiduri karena disukai. “Apa yang membuatmu malu, Sa? Bahkan aku sudah melihat dan menyentuh semuanya. Bagian mana lagi yang belum kulihat?” Demi apapun rasanya Salsa mau menjatuhkan diri di lautan lepas biar tidak mendengar ucapan memalukan itu. Gila aja urusan ranjang pria paling berkuasa di
Read more