Share

Chapter 12

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-06-05 07:05:15
“A-aku malu, Om,” jawab Salsa sambil menunduk. Dia takut terhipnotis sorot mata tajam itu, terlebih netra abunya semakin menambah ketampanan pria ini. Di kampus hanya dirinya yang tak pernah heboh kalau membahas soal Nathan Abimanyu. Apalagi kalau mobil mewahnya langsung terparkir depan lobby kampus saat menjemput ataupun mengantarkan Alea ke kampus. Ya… meskipun tidak setiap hari, tapi Alea sangat beruntung.

Saat yang lain heboh mengagumi Ayah sahabatnya itu, cuma Salsa yang kalem. Bukan karen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 290

    Semakin pamannya ngomel semakin kuat keinginan Zara untuk memilih jalan pintas mengakhiri masalah yang dihadapinya. Seandainya pamannya mengetahui kalau dirinya sedang mengidap penyakit mematikan, mungkin detik ini juga dia sudah diusir dari rumah ini. Zara memilih diam dan membiarkan ibunya yang berdebat dengan pamannya itu.“Iya nanti kami cari kerja. Lagian rumah ini peninggalan ayah dan ibu. Aku juga ada ayah dan ibu. Jangan kamu menyuruhku untuk menambah laki-laki brengsek itu lagi,” sahut ibunya Zara mendengar ucapan kakaknya. “Terserah,” balas pria itu langsung keluar dari kamar yang ditempati adiknya dan keponakannya yang super males itu.Lama ibunya Zara terdiam, sampai akhirnya dia punya ide, “ibu akan minta modal dari Salsa. Ibu yakin dia masih mau membantu kita. Kita harus keluar dari rumah ini,” ujar sang ibu.“Terserah ibu,” balas Zara. Saat itu juga ibunya mulai bersiap-siap membuat Zara bingung, “ibu mau kemana?” tanyanya.“Mau ke kantor Abimanyu Group. Ibu akan buat

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 289

    Zara masih menangis histeris dan menolak hasil laboratorium yang dibacakan oleh dokter. Dia enggak percaya kalau dirinya mengidap penyakit HIV/AIDS, penyakit mematikan yang belum ada obatnya sampai detik ini. Dia terus menangis meraung-raung, bahkan menjambak rambutnya. Suster yang ada di ruangan dokter berusaha ikut menenangkan, tapi tangisan itu terus terdengar semakin menyayat hati.Dokter paruh baya itu menatap iba ke arah pasien di hadapannya ini. Semua orang yang mendapatkan hasil kesehatan dengan virus mematikan ini pasti tidak bisa menerima kenyataan pahit itu. Tapi sebagai dokter yang sering menghadapi pasien yang sama, beliau dengan sabar berusaha menenangkan dan memberi penjelasan yang logis pada pasien di depannya ini.“Bu Zara, dengan Anda menangis seperti ini tidak akan mengubah apa pun. Tolong berhenti menangis biar saya bisa menjelaskan apa yang bisa Ibu lakukan ke depannya. Masih ada pengobatan yang bisa Ibu lakukan untuk menghambat perkembangan virus di tubuh Ibu,” u

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 288

    “Sekolah di rumah aja ya, Pa,” bujuk si kembar.“No, sayang. Kalian harus sekolah formal,” jawab Nathan.“Tapi nanti kalau ngantuk di sekolah gimana, Pa?” Gadis kecilnya merengek pada sang papa.“Tahan dong sayang. Saat belajar nggak ada yang boleh tidur ya. Kalau sampai ada yang tidur, tidak nurut apa kata Papa Mama, dan nakal di sekolah maka Papa tidak akan pernah belikan mainan lagi!” Ancaman Nathan membuat kedua anaknya memberengut tanpa berkata apapun sebagai balasan.Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di sekolah baru si kembar. Untung tubuhnya bongsor, jadi orang tidak akan tahu kalau usia mereka kurang dari 6 tahun. Untung juga kekuatan sang Papa sangat luar biasa sehingga bisa membuat si kembar diterima di sekolah terbaik di negeri ini. Bayarannya tidak main-main, bahkan Nathan langsung mendaftarkan diri sebagai donatur tetap yayasan ini. “Selamat pagi dan selamat datang, Kenzi dan Kenzo,” sapa Miss Ratna, wali kelas mereka menyambut kedatangan anak didiknya.“Se

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 287

    “Apa kamu benar-benar sudah ikhlas melihat Nathan berbahagia dengan Salsa, Aunty enggak mau kamu nanti berbuat yang bukan-bukan terhadap mereka. Tolong untuk ke depan, segala sesuatu yang kamu lakukan adalah yang terbaik. Nathan dan Salsa begitu tulus ingin melihatmu bangkit dan tidak tenggelam dalam keterpurukan yang tak bertepi,” ucap Nyonya Abimanyu memberikan nasihat pada Clara.Mereka masih berada di dalam pesawat menuju ke London. Saat ini, pramugari menyajikan hidangan utama untuk Clara dan kedua orang tua Nathan.Mendengar ucapan Nyonya Abimanyu membuat Clara menghentikan niatnya untuk makan, lalu menatap wanita paruh baya di depannya ini.“Demi apa pun, aku sudah tidak punya perasaan jahat lagi pada Salsa maupun Nathan. Aku sudah ikhlas, Aunty. Aku sudah ikhlas menerima takdir ini. Bahkan, aku sendiri bingung ke mana rasa cinta yang dulu aku rasakan buat Nathan, sekarang benar-benar tidak tersisa sedikit pun,” ungkapnya jujur.Nyonya dan Tuan Abimanyu bisa menghela napas lega

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 286

    Nathan mengajak yang lainnya untuk ke ruang keluarga setelah makan malam mereka berakhir. Si kembar sibuk makan buah sambil nonton kartun kesayangannya di layar besar yang ada di sana. Sementara Alea, duduk diantara Mama dan Papanya. Raka mengawasi si kembar, sesekali memberi minum saat bocah itu tersedak. “Pa, harusnya papa nggak perlu kirim uang sebanyak itu buat Alea. Tolong jangan bikin Raka jadi laki-laki yang tidak berguna dong, Pa. Alea juga udah punya hasil sendiri untuk biaya pernikahan kami,” ucapnya. Bukan berniat menolak pemberian sang papa, tapi siapa yang nggak kaget tiba-tiba ada transaksi sebesar 10 miliar masuk ke dalam rekeningnya. Awalnya dia ada Raka mau makan malam di luar, tapi gara-gara transferan itu membuatnya memilih untuk makan malam bersama Papa dan Mama angkatnya. “Nanti setelah menikah biar jadi urusan suamimu atas dirimu dan anak-anak kalian kelak, sayang. Lagian itu Mama yang transfer,” ucap Nathan. “Ma,” panggil Alea merengek.“Stop ya, Al. Muak kal

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 285

    “Capek gak, sayang?” Tanya Salsa saat menyambut kepulangan sang suami dari kantor. Tadi sebelum Nathan pulang dia juga sudah memberi kabar pada istrinya bahwa pertemuan hari ini dengan klien bisnisnya berjalan dengan lancar, bahkan kerjasama jangka panjang itu sudah mereka tanda tangan. Mendengar rezeki suaminya yang tiada henti membuat Salsa terus bersyukur dan berharap suaminya selalu diberi kesehatan. Mendengar pertanyaan dari istrinya Nathan memicingkan mata menatap ke arah istrinya, mereka sudah tiba di kamar. “Tumben tanya-tanya capek, sayang? Mau berapa ronde lagi?” bisiknya.BugSalsa memukul gemas lengan suaminya membuat pria itu terkekeh. Dia membantu Nathan membuka jas kerjanya, lalu mengambilkan air putih untuk sang suami. Mereka duduk di sofa yang ada di kamar itu sembari Nathan membuka sepatunya.“Jangan lupa utamakan kesehatan ya, sayang. Aku nggak mau kamu mati-matian kerja kalau ujung-ujungnya nanti malah ngedrop,” ucap Salsa sambil menatap bola mata abu milik sang s

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status