Startseite / Romansa / Boss With Benefit / BOSS WITH BENEFIT - 129

Teilen

BOSS WITH BENEFIT - 129

last update Veröffentlichungsdatum: 05.07.2026 19:00:00

Naila tertawa kecil, memukul pelan bahu suaminya. Di tepi lapangan itu, dengan suara sorak-sorai di sekeliling mereka, Naila merasa menjadi perempuan paling beruntung di dunia.

Devan mengurai pelukan agar bisa mengecup kening Naila sekali lagi, lalu ia menghabiskan sisa air minum di botol, Devan duduk di tepi lapangan dan menarik Naila duduk di sampingnya. Kali ini mereka menyaksikan pertandingan basket yang akan dimulai sebentar lagi. Gabriel, Agus, Edo dan Naufal berkumpul bersama merek
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 130

    Dokter menyiapkan alat USG, mengambil gel dari meja di dekatnya. “Saya akan menggunakan USG untuk melihat kondisi di dalam perut, ya, Bu Naila. Tenang saja, ini prosedur yang aman dan tidak sakit.” Suaranya lembut.Saat gel dingin menyentuh perut Naila, ia sedikit menggigil, tapi Devan langsung mengusap punggung tangannya pelan. “Nggak apa-apa Sayang,” ucapnya dengan senyum tipis yang menenangkan.Dokter mulai menggerakkan transduser USG di atas perut Naila, mata fokus pada layar monitor. Suara alat yang lembut memenuhi ruangan, sementara layar mulai menampilkan gambar hitam putih yang samar-samar. Devan menatap layar itu dengan penuh perhatian meskipun ia sama sekali tidak mengerti apa yang ia lihat.Setelah beberapa detik yang terasa sangat lama, senyum kecil terlukis di wajah dokter. Ia menoleh ke Devan dan Naila. “Selamat, Bu Naila, Pak Devan. Bu Naila sedang hamil.”Kalimat itu seperti bom kecil yang meledak di ruangan. Naila menatap dokter dengan mata membelala

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 129

    Naila tertawa kecil, memukul pelan bahu suaminya. Di tepi lapangan itu, dengan suara sorak-sorai di sekeliling mereka, Naila merasa menjadi perempuan paling beruntung di dunia.Devan mengurai pelukan agar bisa mengecup kening Naila sekali lagi, lalu ia menghabiskan sisa air minum di botol, Devan duduk di tepi lapangan dan menarik Naila duduk di sampingnya. Kali ini mereka menyaksikan pertandingan basket yang akan dimulai sebentar lagi. Gabriel, Agus, Edo dan Naufal berkumpul bersama mereka, ikut memberi semangat pada tim lantai dua puluh yang kini mulai bersiap-siap di tengah-tengah lapangan.Selama pertandingan, Naila dan teman-temannya ikut heboh memberi semangat sementara Devan terus tertawa pelan melihat istrinya, begitu tim basket lantai dua puluh menang, Naila menghambur ke dalam pelukan suaminya sambil tertawa lebar.”Semangat banget,” Devan menyelipkan anak rambut ke balik telinga Naila.”Iya, tahun ini harus borong piala pokoknya.”Devan menatap bawahann

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 128

    Naila tertawa pelan, “kamu ngomel-ngomel tuh lucu, ya.””Jadi nggak usah nuduh aku nggak olahraga, ya. Aku udah olahraga otak di kantor, olahraga fisik di rumah, dan kamu kadang keliaran dalam rumah nggak pake celana dalam. Sengaja banget.””Kan cuma kita berdua di sini, jadi kalau aku telanjang sekalian, toh nggak ada yang lihat selain kamu.””Tapi itu sengaja banget, udah gitu aku kepancing, dituduh hyper.”Naila terkikik geli, “ugh, suami aku cakep deh kalau ngomel-ngomel begini, gemesin,” canda wanita itu. Tapi tawanya terhenti begitu Devan menciumnya di sana. “Dev ….”“Ketawa aja,” Devan tersenyum miring.”Mana bisa ketawa kalau kamu—ah!” Naila memegangi bahu Devan. Ia merebahkan tubuhnya di atas meja sementara kedua kakinya di taruh di lengan kursi Devan, pria itu berada di tengah-tengahnya dan mencium kewanitaannya disertai jilatan yang menggoda. Naila menoleh ke samping, pada lemari kaca yang dipenuhi oleh buku-buku dan miniatur desain yang Devan buat

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 127

    ”Baik bener Ibu Bos yang satu ini,” sambar Gabriel untuk segera mengintip isinya, ada banyak coklat mahal dari Prancis yang jelas tidak dijual di Indonesia, Gabriel membaginya satu persatu dengan rata kepada seluruh penghuni lantai dua puluh.“Makasih, Bu Naila,” ucap salah seorang junior Naila, “nggak pernah ke Prancis, tapi lumayan bisa makan coklat dari sana.””Please, panggil gue kayak biasa, jangan Ibu, deh. Geli dengernya.”“Nanti Pak Dev marah, nggak?””Nggak, tolong jangan panggil gue Ibu, gue berasa tua.”Para junior wanita itu terkikik geli, kali ini lebih santai menatap Naila, tadinya semua merasa segan karena posisi Naila bukan hanya karyawan biasa lagi. “Gimana honeymoon-nya, Mbak? Seru banget keliling Eropa, gue intip postingan Pak Dev, isinya foto Mbak Nai semua, foto Pak Dev nyaris nggak ada kalau bukan foto berdua,” tanya mereka dengan malu-malu.Naila hanya tertawa, “kayak yang kalian lihat di postingan suami gue,” jawabnya dengan nada santai.”Ciyeee, suami,” goda

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 126

    Begitu Devan menggesekkan ujung kejantanannya, Naila mengerang, menarik leher Devan agar mencium bibirnya. Pria itu menghunjam masuk bersamaan dengan lidahnya menerobos mulut Naila. Istrinya langsung melingkarkan kedua kaki di pinggangnya dan Devan mulai bergerak dengan irama yang pelan, percintaan yang cepat memang favorit Devan tapi gerakan yang lambat akan membuat istrinya tidak sabaran, Devan sangat menyukai bagaimana Naila akan ikut menggerakkan pinggul karena tidak sabar dan pada akhirya Naila akan merengek dengan suara yang manja.“Kenapa pelan banget?” protes Naila sambil mencium jakun pria itu.”Kalau kuat-kuat nanti kamu protes.””Kuat-kuat aja—ugh!” Naila memejamkan mata kala Devan langsung menambah ritme gerakannya. “Iya, begitu, lebih kuat, Sayang.”Devan memeluk pinggang Naila, merapatkan tubuh mereka dan terus menghunjam.”Ah! Lebih kuat, Dev.”Devan memindahkan kaki Naila yang semula melingkari pinggangnya agar diletakkan di bahu, posisi itu m

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 125

    ”Udah nggak, sih. Kata Mas Rai kalau dia masih ikutin aku, bilang aja sama Mas Rai, nanti Mas Rai yang beresin dia. Jadi aku nggak butuh bodyguard, memangnya aku bocah?”Devan memandang Alfariel yang hanya diam saja.”Nanti kalau dia ganggu lagi, mau nggak mau kamu harus terima pake bodyguard,” putus Alfariel. Dan Aleeta tidak berani untuk membantah.”Oh, ya, film yang kamu tunggu itu udah tayang di Netflix, Alee,” ujar Eve mencoba mengubah topik pembicaraan, “katanya kamu mau nonton?””Yuk, nonton temenin aku. Film horor soalnya,” Aleeta menarik Eve, Naila dan Almeera menuju ruang teater pribadi di rumah Alfariel, Devan, Aksa dan Ravel segera berdiri mengikuti istri-istri mereka.”Ayah nggak ikut nonton?” Naila menatap Alfariel yang kembali meraih bukunya.”Ayah nggak suka film horor, kalian aja. Ayah mau baca buku.”“Ayah tuh sebenarnya penakut,” ledek Aleeta sambil tertawa.Mereka memasuki teater pribadi di lantai dua, ruangan itu mewah dan cukup besar. Dinding-dinding ruangan dihi

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 58

    ”Kamu juga nggak ke mana-mana, kaki kamu gimana?””Udah nggak apa-apa,” Naila membiarkan Devan menggendongnya ke sofa, “bukannya kamu bilang ada acara di rumah orang tua kamu?””Cuma makan siang biasa,” Devan bersandar, menatap Naila lekat, bagaimana caranya membuat Naila menyadari perasaan Devan u

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 56

    Alexa tetap tenang meski rasa panik mulai menyelinap. “Lo gila, ya?!” Bentak Alexa, “Kalau gue mau dorong dia, kenapa nggak ada yang lihat?” Ia melipat tangan di depan dada, tatapannya berpura-pura bingung. “Kita semua tahu Naila kadang ceroboh. Bisa aja dia nggak hati-hati waktu berdiri.”Edo, yan

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 54

    “Sit on my face,” ujar Devan saat Naila menarik wajahnya.”W—what?”Mata wanita itu terbelalak sementara Devan tersenyum, pria itu menarik lepas gaun tidur dan celana dalam Naila sekaligus, membuat wanita itu telanjang di atasnya.“Dev, kamu jangan gila,” Naila bertumpu pada dada bidang Devan.”Aku

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 46

    ”Devan! Jangan main-main, ih!”Pria itu tersenyum senang, “kenapa? Enak?” Devan mendorong pelan, lalu menariknya lagi. Padahal ia sendiri sudah nyaris gila dengan apa yang ia lakukan, tapi Devan senang membuat Naila ikut gila bersamanya, pinggul wanita itu bergerak ke arahnya dengan tidak sabar, su

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status