Tuhan, kuatkan aku, ratap Elara dalam hati. Ketika tubuhnya telah berputar sempurna, Elara menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan keberanian yang tersisa, lalu perlahan mengangkat wajahnya. Deg. Dua pasang mata saling bertatapan. Waktu seolah berhenti berputar di dalam Kafe Le Moka. Sepasang mata elang Reygan yang semula memancarkan keramahan, seketika melebar. Maniknya yang hitam pekat mengunci lurus pada paras cantik di hadapannya. Kilat tidak percaya, keterkejutan, dan gelombang kerinduan yang selama ini menyiksanya, mendadak tumpah ruah dalam satu kedipan mata. Gadis yang dicarinya setengah mati. Gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, membuatnya mengabaikan Clarissa dan berdebat dengan orang tuanya, kini ada di hadapannya. "El... Elara?" Bisikan itu lolos begitu saja dari belahan bibir Reygan. Suaranya yang biasanya berat dan penuh wibawa kini bergetar hebat. Langkah kaki Reygan refleks maju setengah langkah, tangannya terangkat tanpa sad
Last Updated : 2026-07-17 Read more