Arga masih menatap Nayla yang berdiri mematung. Tatapannya tajam, seolah berusaha membaca apa yang sedang dipikirkan wanita itu. "Ada apa? Apa yang kamu lihat?" Nayla tersentak. Refleks, kakinya melangkah mundur saat menyadari Arga kini sudah berdiri tepat di hadapannya. Namun gerakannya terlalu cepat. Tumit sepatunya sedikit tergelincir hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan. "Hah—" Sebelum benar-benar jatuh, sebuah tangan kuat melingkar di pinggangnya. Arga menahannya. Tubuh Nayla membeku ketika merasakan telapak tangan lelaki itu menahan pinggangnya dengan mantap. Jarak mereka mendadak begitu dekat hingga ia bisa mencium aroma parfum yang sangat dikenalnya. Arga menatap wajah Nayla beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. "Kamu masih sama," gumamnya pelan. Nayla segera menegakkan tubuh dan berusaha melepaskan diri dari sentuhan itu. Jantungnya berdetak tidak nyaman. "Aku bisa berdiri sendiri." Arga mengangkat sebelah alis, namun perlahan melepaskan p
Read more