Usai sarapan, Bita berinisiatif membantu membereskan meja makan. Namun Mama Fero langsung menggeleng sambil tersenyum. "Nggak usah, Sayang. Biar nanti diberesin sama Mbak." Meski sempat merasa tidak enak, Bita akhirnya mengangguk pelan. Belum sempat kembali duduk, Bita justru merasa ingin ke kamar mandi. Bita sedikit memiringkan tubuh ke arah Fero, lalu berbisik lirih, "Kamar mandinya di mana?" Fero mengangkat tangannya, menunjuk ke arah lorong kecil di samping dapur. "Di situ, Kak." Bita mengangguk kecil. "Makasih." Setelah mendapat petunjuk dari Fero, Bita pun berjalan menuju kamar mandi yang letaknya tak jauh dari dapur. Beberapa menit kemudian, Bita keluar dari kamar mandi. Ia menyapukan pandangan ke sekeliling, namun yang ditemuinya hanya Fero yang tengah bersandar santai di kusen pintu kaca geser menghadap halaman belakang. Bita lekas mengayunkan langkah menghampirinya. "Tante mana?" Kepala Fero tertoleh sebelum mengarahkan dagunya ke luar. "Di belakang. Lagi n
Read more