Martin mondar-mandir di ruang tunggu. Ponselnya masih menempel di telinga, sementara sesekali pandangannya melirik pintu yang sejak tadi tertutup rapat."Tapi Vino nggak papa, kok, Mi. Tenang aja.""Beneran nggak papa? Nggak ada lecet? Udah makan belum dia? Terus sekarang dia lagi ngapain? Masih tidur? Bangun nggak? Martin, kamu jangan bohong sama Tante, ya?"Rentetan pertanyaan itu membuat Martin mengembuskan napas pelan."Itu..." Ia menggaruk tengkuknya. "Pokoknya aman, Mi. Ini dia lagi tidur di kos Martin. Pules. Nggak bisa dibangunin."Ucapannya itu memang bukan kebohongan. Hanya saja, Martin lupa menanyakan apakah Vino sudah makan atau belum.Bagaimana mau bertanya?Baru beberapa menit tiba di kos, laki-laki itu sudah langsung menjatuhkan dirinya ke kasur dan tertidur tanpa sempat mengatakan apa-apa lagi.Martin melirik jam di pergelangan tangannya. Sepulang dari klinik nanti, ia harus membelikan nasi bungk
Read more