Minggu pagi.Vino keluar dari rumahnya, membuka pagar, lalu melangkah santai menuju rumah sebelah.Seperti biasa, ia mengenakan hoodie, celana pendek selutut, dan sandal jepit. Tangannya terangkat, mengetuk pintu pelan.Tak lama kemudian pintu terbuka."Lho?" Anggun tersenyum begitu melihatnya. "Tante kira siapa. Ternyata kamu, Vin. Pakai acara ketuk pintu segala. Biasanya juga langsung masuk."Vino nyengir lebar. "Biar sopan lah, Tan."Anggun hanya menggeleng geli. Ia membuka pintu lebih lebar, memberi jalan bagi Vino. "Yaudah, masuk."Vino melangkah masuk ke dalam rumah dengan santai. Kedua tangannya tetap terselip di saku hoodie, sementara pandangannya sudah lebih dulu menyapu setiap sudut rumah. Mencari satu keberadaan manusia yang barangkali masih melanglang buana di alam mimpi."Belum sarapan, kan?" tanya Anggun sambil menutup kembali pintu.Senyum Vino langsung mengembang."Belum lah, Tan." Ia terkekeh kecil. "Ke sini tuh siapa tahu diajakin sarapan."Anggun menoleh sambil meng
더 보기