"Kalo lo nggak mau menjauhi Fero, jangan berharap gue mau bantu lo lagi buat dapetin Mas Aksa." Bita melongo. Ditariknya lengan Vino, membuat laki-laki yang sudah mengambil beberapa langkah menjauh itu jadi terhenti. "Nggak bisa gitu, dong. Kamu kan udah janji mau bantu aku." "Perjanjian batal kalo lo nggak mau nurut perkataan gue." Dengan seenak jidat Vino menjawab. Bita mengerang tak terima. "Nggak bisa gitu. Seenaknya aja kamu mutusin. Kalo udah janji ya tepati. Kamu laki-laki, kan? Masa nggak bisa bertanggungjawab sama omongan kamu sendiri?" Vino mengacak rambutnya frustasi. Seakan bukan ia yang membuat semua ini menjadi rumit. "Kalo gitu jauhi Fero. Gampang, kan? Apa susahnya, sih!" "Kenapa aku harus ngejauhin Fero kalo dia nggak ada salah sama aku?" "Emang harus ada salah dulu supaya lo bisa mutusin mau menjauh atau nggak? Tinggal jauhi aja repot," deng
Read more