แชร์

149. Powerfull Love

ผู้เขียน: Phoenixclaa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-30 23:16:41

“APA-APAAN INI…” Batin Reya.

Wanita itu membeku, otaknya masih memproses yang terjadi…Namun Bella yang sudah seperti disambar petir langsung memekik tak terima.

“Apa?” Pekik Bella dengan gaya manjanya.

Vivian menoleh dengan marah, dan Bella langsung maju satu langkah dengan wajah penuh kemarahan.

“Tante, ini pasti tipu muslihat perempuan sialan ini!” Jelas Bella dengan angkuh.

Felix langsung mengerutkan kening.

“Bella.” Panggil Felix memperingatkan.

Namun Bella seolah sudah kehilangan kendali.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   175. Hiburan Sarkas Pak Bram

    Dokter Maya melangkah mendekat dengan canggung. Bahunya yang biasa tegak angkuh kini tampak melorot, raut wajahnya diliputi kegugupan luar biasa sangat bertolak belakang dengan perangainya yang dingin dan penuh keangkuhan selama beberapa bulan terakhir."Reya..." panggil Maya lirih, jarinya yang gemetar terulur ragu hendak menyentuh lengan putri kandungnya.Reya meringis kecil di dalam hati. Ia menatap wanita di hadapannya dengan ekspresi datar yang terjaga rapi, lalu melirik sekilas jam yang melingkari pergelangan tangannya."Ada perlu apa, Dokter Maya?" tanya Reya sopan, namun intonasinya begitu berjarak.Maya gelagapan, lidahnya mendadak terasa kelu. "Kau... kau pasti sudah tahu semuanya, bukan? Aku... aku sungguh—""Maaf, Dokter Maya," potong Reya cepat. Ia secara halus mengelak dari jemari Maya yang hendak menyentuh bajunya. "Aku harus segera pergi bekerja. Mungkin kita bisa bicara di lain waktu.""Tapi, Reya! Tolong..." ratap Maya dengan binar mata yang memohon, menyiratkan kepu

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   174. Tahan Dirimu, Tuan Felix!

    Felix hanya menyunggingkan seringai liar. Pria itu bukannya mundur, malah makin merapatkan panggul tegapnya, menekan keras tonjolan perkasa di balik celana kainnya tepat di celah paha Reya yang masih hangat. Tangan kekarnya meremas belahan pantat Reya makin intens, menuntut balasan gairah tanpa ampun."Belum cukup, sayang... Milikmu terlalu nikmat untuk ditinggalkan begitu saja," bisik Felix parau, hendak menyambar kembali bibir ranum istrinya dengan lumatan basah yang makin tak terkontrol.Tepat saat lidah Felix baru saja hendak melesak menyapu bibir Reya….TING!Suara denting halus bel lift memecah ketegangan panas di antara mereka. Lampu indikator di atas pintu berkedip menyalakan tanda B1 - BASEMENT.Pintu besi lift pun bergeser terbuka secara otomatis!"A-argh!"Reya seketika gelagapan setengah mati. Refleks ketakutan akan adanya pengawal atau staf rumah sakit yang melintas membuat jantung Reya serasa melompat keluar. Dengan gerakan kilat dan panik, Reya menarik turun rok kerjany

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   173. Pemantauan Hugo

    Pria berjaket hitam di dalam mobil berkaca gelap perlahan menurunkan kameranya. Jarinya bergerak lincah menekan tombol dial cepat pada ponsel enkripsi khusus, menyambungkannya langsung ke saluran pribadi pimpinan Henderson Group.Bzzzt... Klik."Tuan Hugo..." lapor pria itu dengan suara berat yang teredam keheningan malam. "Semua pergerakan Felix Wicaksono sudah terekam sempurna. Dia baru saja menaruh Bella di tempat pengasingan ini setelah kebohongan identitas putri keluarga Carlo terbongkar sepenuhnya."Di ruang kerjanya yang temaram di lantai teratas Henderson Group, Hugo bersandar makin dalam di sofa kulit hitamnya. Celananya sudah terperosok turun di sekitar paha tegapnya, memperlihatkan kejantanan besarnya yang menegang kaku dan basah oleh saliva.Seorang wanita seksi berpakaian seksi berlutut di antara kedua kakinya, menundukkan kepala seraya melumat dan mengulum milik Hugo dengan ritme yang semakin brutal."Nngghh... ahh..." desah Hugo parau, suaranya berat dan sarat gairah. T

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   172. Fakta Menemui Jalan Pulang

    "Haaa...? Maksudnya...?" bisik Reya pelan dengan napas tersengal dan mata kebingungan.Felix tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menundukkan kepalanya, mendaratkan kecupan singkat namun dalam di bibir ranum Reya."Bersihkan dirimu dulu, sayang," bisik Felix parau seraya meletakkan sebuah paperbag berisi pakaian ganti bersih di atas kasur, pakaian yang sengaja disiapkannya karena gaun Reya sebelumnya telah ternoda oleh cairan intim Felix yang melimpah akibat pergolakan brutal mereka tadi. "Aku yang akan mengurus semuanya."Felix kemudian memakai kembali kemeja dan jas mewahnya dengan gerakan cepat dan maskulin. Tepat setelah pintu kamar VVIP tertutup rapat dan langkah kaki Felix menghilang di koridor, Reya menggertakkan giginya kesal. Wajah cantiknya membara panas saat menatap baju ganti di dalam kantong tersebut."Sialan..." umpat Reya tertahan dengan raut penuh kekesalan. "Dia bahkan sudah menyiapkan baju ganti ini dari awal hanya untuk mengaduk celenganku di sini!"…Malam y

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   171. Amarah Padam Dengan Klimaks

    Felix menggelengkan kepalanya cepat. Tangannya yang besar meremas panggul dan pantat Reya dengan cengkeraman panas yang amat kuat, mengunci tubuh wanita itu rapat-rapat di atas pangkuannya tanpa memberi celah untuk mundur."Aku akan jujur tapi kau jangan marah, Reya. Bella yang melakukannya! Wanita gila itu yang menyergap dan nekat mencium leherku," bisik Felix parau, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya.Reya menatap Felix tajam dengan napas tersengal. "Tapi kau bilang tadi mau ke toilet, Felix!""Aku berbohong soal toilet," aku Felix tanpa ragu. "Aku mendatanginya ke tangga darurat hanya untuk memperingatkannya agar tidak menyentuhmu. Tapi dia malah bersikap liar, jadi aku mendorongnya begitu kuat sampai kakinya patah menghantam tangga. Kalau kau mau, aku bisa kembali ke sana sekarang dan membuat seluruh tulangnya berpencar untukmu."Mendengar kejujuran dan kegilaan yang memancar dari mata suaminya, amarah di dada Reya mendadak luluh, berganti menjadi gelombang gairah cemburu

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   170. Cumbuan Liar Di Rumah Sakit

    Bella mengusap bibirnya yang terasa kebas dan berdarah akibat dorongan kasar di tangga tadi. Sudut bibirnya yang ternoda sisa pewarna merah menyunggingkan tawa culas di tengah kegelapan ruang tangga darurat. Jemari lentiknya merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan."Kau hanya akan jadi punyaku, Felix..." lirih Bella dengan bisikan beracun, sebelum akhirnya melangkah naik kembali menuju koridor utama dengan pendar mata pekat oleh dendam.Sementara itu, di dalam ruang perawatan VVIP yang hening dan temaram, denyut monitor jantung terdengar berbunyi teratur. Kakek Wicaksono masih terbaring kaku tak sadarkan diri di atas ranjang medis dengan selang oksigen terpasang. Denis dan Vivian malah telah menyewa kamar suite lain di lantai atas untuk menginap, meninggalkan Felix dan Reya berdua saja menjaga sang legenda mafia kejam itu....Reya kini duduk di kursi samping ranjang dengan raut wajah penuh penyesalan. Jemarinya meremas kain celananya sendiri."Felix... bagaimana kalau Ka

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   3. Makan Malam Mewah

    Felix menatapnya beberapa detik tanpa menjawab. Senyum tipis penuh godaan kembali muncul di bibir pria itu saat ia memperhatikan bagaimana Reya mulai gelisah di depannya.“Kau terlihat takut,” gumamnya rendah.“Aku serius!” Reya buru-buru mencoba bangkit, tetapi tangan Felix di rambutnya menahan le

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   2. Ciuman Paksa

    Pintu kamar tiba-tiba terbuka pelan. Reya yang masih sibuk menarik ujung gaun hitam sepaha itu langsung menoleh tajam. Napasnya memburu penuh emosi saat melihat Felix berdiri santai di ambang pintu.Pria itu bersandar malas di sana dengan kedua tangan di saku celana. Kemeja hitamnya terbuka sedikit

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   1. Tingkah Gila Felix

    Reya langsung panik menghampiri pria itu, tetapi Felix sudah keluar lebih dulu dari mobil dengan gerakan tenang yang justru terasa menakutkan. Wajah pria itu datar tanpa rasa bersalah sedikit pun. Lampu jalan memantulkan sorot dingin di matanya yang gelap.Pria pejalan kaki tadi masih terduduk geme

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   Cupang Hangat Tuan Felix

    Ternyata yang masuk adalah Direktur rumah sakit yang kini berdiri di ambang pintu dengan wajah pucat. Seketika cengkeraman Felix mengendur. Reya memanfaatkan celah itu untuk berdiri cepat sambil menarik napas tajam. Dadanya naik turun menahan emosi, sementara pipinya masih terasa panas karena kedek

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status