Beranda / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 113: ANCAMAN IBU MERTUA 

Share

BAB 113: ANCAMAN IBU MERTUA 

Penulis: Langit Berawan
last update Tanggal publikasi: 2026-07-21 00:14:38

“Katakan saja Pak Inspektur, tidak perlu sungkan,” pinta Kemala saat melihat keragu-raguan pada diri Inspektur Zakie.

“Baiklah Bu, sebenarnya saya ingin mengatakan... kalau saya itu sangat tertarik pada Erinka, seperti yang saya bilang tadi, selain cantik dia juga baik hati orangnya. Bagi saya Erinka itu paket komplit yang diidam-idamkan setiap lelaki,” ungkap Inspektur Zakie tidak bisa lagi menyembunyikan keinginannya. Kemala pun tampak tersenyum lebar mendengar curahan hati Inspektur Zakie ya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 172: KONTRAK BAGI HASIL

    "Apakah kamu benar-benar yakin dengan persentase royalti ini, Nak Marlon? Bagi perusahaan, ini adalah kesepakatan yang teramat sangat menguntungkan," ujar Sugalih dengan mata yang sedikit membelalak tak percaya. Ia menatap lembaran draf kontrak kerja sama baru di atas meja kerjanya.Marlon yang sedang duduk santai di hadapan bapak mertuanya hanya mengangguk tenang dengan senyuman tipis. "Aku sangat yakin, Pah. Tujuan utamaku mendaftarkan paten ini atas nama pribadi bukanlah untuk memperkaya diri sendiri secara tamak.""Aku hanya ingin mengunci hak kepemilikan agar tidak bisa dimanipulasi oleh musuh-musuh kita di masa depan," lanjut Marlon, suaranya mengalir dengan sangat halus namun tegas. "Bagi saya, kemajuan finansial dan kejayaan Megah Hardiyata Group adalah hal yang paling utama demi kedamaian hidup Erinka."Sugalih menarik napas dalam-dalam, merasakan keharuan yang mendalam di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Menantunya yang semula dianggap sebelah mata oleh keluarga besar

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 171: PERLINDUNGAN GLOBAL YELLOW PIL

    "Apakah kamu benar-benar yakin dengan keputusan ini, Marlon? Mengapa kamu tidak mendaftarkannya langsung atas nama korporasi Megah Hardiyata Group?" tanya Sugalih dengan kerutan yang cukup dalam di dahinya. Ia menatap menantunya itu dari balik meja kerja di ruang kerja CEO.Marlon yang sedang berdiri menghadap ke arah jendela kaca besar hanya tersenyum tipis. Ia membalikkan tubuh tegapnya secara perlahan, lalu menatap sang bapak mertua dengan sorot mata elang yang penuh dengan ketegasan mutlak."Aku sangat yakin, Pah. Jika formula Yellow Pil ini didaftarkan atas nama perusahaan, maka hak kepemilikannya akan menjadi milik bersama seluruh pemegang saham," jawab Marlon, suaranya terdengar sangat tenang namun memiliki penekanan yang tidak bisa dibantah. "Papah tahu sendiri bagaimana liciknya sisa-sisa kaki tangan faksi Adam dan Andhika di luar sana. Mereka hanya butuh satu celah hukum kecil untuk merebut kembali aset ini melalui manipulasi dewan komisaris."Sugalih terdiam, mencerna kata

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 170: BUAH MANIS PERJUANGAN ERINKA

    Sinar matahari pagi menembus celah jendela kaca tebal di lantai tujuh laboratorium utama Megah Hardiyata Group. Pendar cahayanya memantul di atas jajaran tabung reaksi dan mesin inkubator biometrik steril. Udara ruangan berbau antiseptik tipis, dipenuhi deru halus sistem penyaring udara yang terus bekerja.Di tengah laboratorium yang dijaga ketat pasukan Alpha, Erinka berdiri dengan jubah medis putihnya. Ia menatap lurus ke arah botol vial kaca kecil berisi cairan keemasan yang berkilau pekat. Matanya yang lelah mendadak berbinar cerah, memancarkan rasa lega yang teramat sangat mendalam.Perjalanan untuk mencapai detik ini bukanlah hal yang mudah bagi tim riset medis Hardiyata. Sejak faksi Adam dan Indra disingkirkan, cetak biru proyek pneumonia lama harus dirombak total. Bahan kimia berbahaya yang sengaja disisipkan demi menekan biaya produksi kini telah dibuang sepenuhnya.Di bawah pengawasan ketat Marlon sebagai mentor, arah penelitian diubah seratus delapan puluh derajat. Mereka f

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 169: GERTAKAN KOSONG PEMBUNUH BAYARAN

    Fajar baru Megah Hardiyata Group di bawah kepemimpinan Sugalih telah dimulai dengan gemilang, dan Marlon siap menyapu bersih setiap ancaman internasional yang mencoba mengusiknya.Meskipun telah memegang kekuasaan tertinggi di perusahaan raksasa itu, Sugalih tidak pernah tinggi hati. Ia secara berkala meminta pengawasan langsung dan bimbingan strategis dari Marlon. Di bawah bimbingan dan pengawasan super ketat dari Marlon, proyek obat pneumonia yang sempat tertunda akhirnya dilanjutkan kembali. Marlon memberikan instruksi kepada seluruh tim riset untuk menyingkirkan segala bentuk zat kimia berbahaya. Mereka fokus menyempurnakan komposisi menggunakan ekstrak herbal murni yang aman bagi tubuh manusia."Pah, pastikan semua data riset dari faksi lama dienkripsi ulang dengan kunci biometrik Erinka," ujar Marlon melalui sambungan telepon satelit yang aman, sesaat setelah mobilnya bergerak meninggalkan area industri pelabuhan."Sudah dilakukan, Marlon," jawab Sugalih dari seberang telepon.

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 168: ALIH KUASA MEGAH HARDIYATA

    "Tuan Marlon Pramudya! Saya baru saja tiba di TKP dermaga utara bersama satu regu penuh pasukan provost," lapor Letkol Hermawan dengan nada suara yang bersemangat namun sarat akan kewaspadaan. "Kondisi mobil boks milik Zakie masih mengeluarkan asap hitam, dan jasad target masih berada di dalam kabin dalam posisi terduduk. Namun, ada sesuatu yang aneh di sini, Tuan.""Apa yang kamu temukan, Letkol?" tanya Marlon, matanya menyipit tajam."Kami menemukan sebuah perangkat pemancar sinyal frekuensi radio aktif yang sengaja ditanam di bawah sasis mobil boks tersebut," jelas Letkol Hermawan, terdengar suara deru angin pelabuhan yang berisik di balik laporannya. "Pemancar ini terus-menerus mengirimkan data koordinat lokasi ke sebuah satelit komersial asing. Seseorang sengaja membiarkan mobil ini mudah dilacak agar kita semua berkumpul di titik ini."Marlon tersennyum dingin, sebuah senyuman yang sangat tipis namun memancarkan aura membunuh yang mengerikan. "Sudah aku duga. Itu adalah umpan."

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 167: PERLINDUNGAN TERKUAT UNTUK SANG ISTRI

    Angin laut yang berembus kencang dari arah pelabuhan membawa aroma garam dan besi yang pekat, menyelimuti mobil SUV hitam yang sedang melaju cepat membelah jalanan lingkar luar kota. Di dalam kabin mobil yang kedap suara itu, keheningan terasa begitu berat menekan. Marlon Pramudya duduk bersandar dengan tatapan mata yang lurus menembus kaca jendela yang gelap. Meskipun tubuhnya tampak rileks, setiap otot di tubuh tegapnya sebenarnya sedang berada dalam kondisi siaga penuh. Bayangan proyektil perak berukir huruf "V" yang kini tersimpan aman di dalam saku dalam jaketnya terus berputar-putar di dalam benaknya.Kembalinya organisasi Vivos bukan sekadar ancaman biasa bagi faksi militer rahasianya dahulu; itu adalah deklarasi perang terbuka. Namun, hal yang paling membuat rahang Marlon mengeras bukanlah fakta bahwa nyawanya kembali diincar, melainkan keselamatan orang-orang yang kini teramat sangat berharga baginya. Megah Hardiyata Group baru saja dibersihkan dari tikus-tikus korporasi sep

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 8: DIIKUTI WANITA PENGGODA

    “Kenapa kamu sejak tadi diam saja sih, Beb? Apa kamu masih belum yakin dengan Black Card yang aku miliki bisa membayar semua makanan yang dipesan teman-temanmu,” ucap Erinka saat terlihat kurang berselera menikmati makan siangnya di meja terpisah dengan teman-temannya. “Aku percaya kok, pasti kamu

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 7: MEMILIKI BLACK CARD 

    Setelah Albert menyetujui untuk menyampaikan permohonan maafnya pada Hendrik dan tony, Erinka kembali mengajak Marlon untuk bergabung dengan teman-temannya yang sedang asyik mengobrol. Wenny tampak berbisik-bisik dengan lelaki kurus di sebelahnya, entah apa yang direncanakannya.“Marlon, selama per

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 9: KETAHUAN BERBOHONG

    Meygi menyuruh Herru yang berdiri di belakangnya untuk memanggil si manager restoran. Tidak lama datang lah wanita berponi dan bermata sipit menghadapnya.“Iya Bu Meygi... Ibu panggil saya?” tanya si manager sambil membungkukan badan di depan Meygi untuk menunjukkan rasa hormatnya.“Tadi kamu bila

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status