Share

Bab 129

last update publish date: 2026-08-17 21:11:01

"Edgar, coba rasakan ini cepat!" panggil Selina dengan nada suara yang bergetar menahan keharuan mendalam. "Gunakan telapak tanganmu!"

Edgar yang sedang membaca laporan keuangan di meja kerja segera meletakkan berkasnya dan melangkah cepat mendekati sofa.

Pria itu menatap Selina dengan kening berkerut cemas melihat perubahan raut wajah wanita di hadapannya.

"Ada apa, Selina?!" tanya Edgar tegang seraya berlutut di samping sofa. "Apakah perutmu melilit atau terasa sakit lagi?!"

"Bukan sakit, Edg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Edgar terhadap kali saat telapak tangan nya di tendang. semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian Edgar Selina.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 130

    "Kita harus melakukan pertaruhan terakhir ini sekarang juga!" seru Thomas seraya membanting berkas proposal ke atas meja kantor rahasianya. "Ini satu-satunya cara menyelamatkan kita dari kebangkrutan!"Asisten kepercayaannya menatap dokumen tersebut dengan raut wajah cemas dan bergetar hebat. "Tapi Tuan Thomas, proyek investasi infrastruktur ini sama sekali tidak memiliki aset nyata atau izin resmi!""Tutup mulutmu dan dengarkan instruksiku!" bentak Thomas dengan mata merah berapi-api dipenuhi keputusasaan. "Proyek bodong ini dirancang khusus untuk memancing dan menjebak anak perusahaan Anderson Group!""Bagaimana jika pihak Edgar Anderson mencium kejanggalan pada berkas ini, Tuan?" tanya asisten itu seraya memegang pena yang gemetar. "Tim analisis risiko mereka sangat jeli dan ketat.""Mereka tidak akan curiga jika dokumen ini memiliki legalitas hukum yang tampak sempurna," pangkas Thomas seraya menarik sebuah kotak kayu kecil dari dalam laci mejanya.Di sisi lain, Thomas Theodore ya

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 129

    "Edgar, coba rasakan ini cepat!" panggil Selina dengan nada suara yang bergetar menahan keharuan mendalam. "Gunakan telapak tanganmu!"Edgar yang sedang membaca laporan keuangan di meja kerja segera meletakkan berkasnya dan melangkah cepat mendekati sofa.Pria itu menatap Selina dengan kening berkerut cemas melihat perubahan raut wajah wanita di hadapannya."Ada apa, Selina?!" tanya Edgar tegang seraya berlutut di samping sofa. "Apakah perutmu melilit atau terasa sakit lagi?!""Bukan sakit, Edgar, sama sekali bukan," sahut Selina seraya tersenyum manis dengan binar mata yang memancarkan kehangatan seorang ibu. "Kemarilah dan dekatkan tanganmu ke perutku."Memasuki usia kehamilan bulan kelima di trimester kedua ini, kondisi fisik Selina makin stabil dan menunjukkan binar kehangatan yang amat memikat.Perut Selina yang kian membuncit manis kini menjadi pusat perhatian baru dan kebahagiaan utama di dalam penthouse."Rilekslah, jangan menegang seperti itu," bisik Selina lembut seraya mera

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 128

    "Edgar, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu tentang sore tadi," bisik Selina seraya duduk perlahan di sofa ruang tengah penthouse."Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita."Edgar meletakkan cangkir kopinya di atas meja kaca, lalu memutar tubuhnya menatap Selina dengan pandangan mata tajam.Suasana keremangan ruang tengah mendadak diliputi ketegangan emosional yang amat pekat."Ada apa, Selina?" tanya Edgar dengan suara bariton yang berat dan tenang. "Apakah ada hal penting yang terjadi saat aku di kantor?"Selina menghela napas panjang, mencoba menetralkan rasa bersalah yang dihantuinya karena telah menemui Anthony tanpa izin Edgar sebelumnya."Sore tadi aku pergi menemui Anthony Theodore secara diam-diam di sebuah kedai teh privat."Mendengar pengakuan jujur tersebut, raut wajah Edgar seketika membeku total oleh kilatan posesif yang amat dingin.Mata elangnya menyalang menatap Selina, memancarkan aura dominasi yang menuntut penjelasan mutlak."Kau menemui pria tua itu tanpa m

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 127

    "Tolong pikirkan kembali keputusanmu, Selina!" panggil Anthony dengan suara bergetar seraya menatap Selina yang hendak berbalik. "Aku memohon atas nama sisa kehormatan keluarga tua ini!" Selina menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu ruangan privat kedai teh tersebut. Dia membalikkan badan perlahan, menatap Anthony yang berdiri lemas dengan pendar mata sayu dan penuh harapan. "Tolong kasihanilah kami, Selina..." bisik Anthony memelas seraya melangkah pincang mendekati meja. "Hanya kau yang bisa menyelamatkan nama Theodore dari kepunahan total!" Meskipun menyaksikan kejatuhan dan keputusasaan seorang patriark tua seperti Anthony memicu rasa iba secara manusiawi di dalam dadanya, Selina tetap berdiri teguh pada prinsip hidupnya. Dia menatap lurus mata Anthony yang sayu dengan tatapan dingin, tenang, dan amat bermartabat. "Rasa iba saya tidak akan pernah mengubah kenyataan pahit yang telah keluarga Anda ciptakan, Tuan Anthony," tegas Selina dengan suara datar yang sarat akan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 126

    "Tuan Besar Anthony Theodore ingin menemui Anda secara pribadi, Nyonya Selina," ujar perantara paruh baya seraya membungkuk hormat."Beliau menunggu di sebuah kedai teh privat yang netral."Selina menatap surat undangan berstempel stempel pribadi Anthony di atas meja kerja apartemennya.Kejutan berdesir pelan di dadanya saat mengetahui patriark tua keluarga Theodore itu turun tangan langsung."Apakah Tuan Edgar mengetahui tentang undangan pertemuan ini?" tanya kepala pengawal pribadi yang berdiri siaga di samping Selina."Kami tidak bisa membiarkan Anda pergi tanpa pengawalan ketat.""Jangan beri tahu Edgar terlebih dahulu, ini urusanku," balas Selina seraya menyanggul rambutnya dengan anggun."Siapkan tim pengawalan rahasia untuk memantau dari kejauhan."Sore harinya, Selina melangkah masuk ke dalam ruang privat sebuah kedai teh tradisional yang amat tenang dan terisolasi.Di sudut ruangan, Anthony Theodore duduk mematung menatap cangkir teh yang telah dingin."Terima kasih kau sudah

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 125

    "Beri aku satu botol wiski lagi!" bentak Rafael seraya melempar beberapa lembar uang lusuh ke atas meja bar yang remang-remang. "Cepat tuangkan sekarang!"Pelayan bar menatap Rafael dengan raut jijik melihat pakaian pria itu yang kusut dan berbau alkohol menyengat."Ini botol kelima Anda malam ini, Tuan. Kartu kredit Anda juga sudah ditolak oleh mesin EDC.""Tutup mulutmu dan ambil saja uang tunai itu!" jerit Rafael seraya meneguk sisa minuman di gelasnya hingga kandas. "Aku ini Rafael Theodore, penerus tunggal Theodore Group!""Theodore Group sudah bangkrut dan nama Anda sudah hancur di mana-mana, Tuan," cetus seorang pengunjung bar di sebelahnya seraya terkekeh meremehkan."Sebaiknya Anda pulang sebelum pingsan di lantai."Rafael membanting gelas kaset ke atas meja hingga pecah berkeping-keping. "Berani-beraninya kau menghinaku, penakut!"Kehancuran total yang melanda keluarga Theodore telah melumat habis sisa-sisa kesadaran mental Rafael.Pria yang dulu selalu tampil klimis dan som

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 7: Bisa Melakukannya denganku

    Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 3: Ada yang Membelanya

    Selina buru-buru bangkit berdiri dan mengabaikan rasa perih yang menjalar di pergelangan kakinya. Dia lalu melemparkan kain handuk di tangannya ke atas lantai dengan gerakan panik, dan memalingkan wajahnya sejauh mungkin hingga menyentuh bahunya sendiri.“M-maaf! Aku benar-benar tidak sengaja, Pama

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 2: Pertemuan yang Mengejutkan

    “Pergi ke kamar paling ujung di sayap barat. Ambil semua pakaian kotor di sana dan cuci sampai bersih!” perintah Luna tanpa memandang wajah lelah menantunya.Selina mengerutkan keningnya sembari menahan rasa perih yang menjalar dari telapak kakinya karena terlalu banyak pekerjaan yang dia kerjakan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 1: Bukan Menantu Idaman

    “Sudah satu bulan kita menikah, tapi kau tidak pernah mau menyentuhku, Rafael.”Selina akhirnya menyuarakan apa yang selama ini selalu dia pendam. Kalimat itu lolos bersama remasan kuat pada jemarinya sendiri. Sebulan penuh dia terjebak dalam keheningan yang menyiksa, mengubur pertanyaan yang terus

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status