Lobi hotel sudah normal lagi. Garis polisi di tangga darurat dibuka sejak subuh, tapi akses tetap ditutup pakai papan “Maintenance – Dilarang Masuk”. Tamu lalu-lalang, check out, sarapan. Seolah tidak pernah ada perempuan jatuh berceceran darah di anak tangga.Pak Darman masuk lewat pintu utama. Kemeja batik, celana bahan, sepatu kulit. Wajahnya tenang, tapi matanya menyapu tiap sudut. Dia bukan polisi, tapi auranya membuat resepsionis muda langsung berdiri.“Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?” sapa Dita, resepsionis shift pagi.“Pagi, Mbak. Saya ingin bertanya soal tamu kamar 342. Atas nama Ratna Adhitama. Beliau kakak saya,” kata Pak Darman, suaranya datar, sopan. Bohong kecil, demi data.Dita kaget. Dia membuka sistem di komputernya. “Oh, Ibu Ratna... iya, Pak. Kami turut berduka. Ibu Ratna mengalami kecelakaan di tangga darurat, Pak. Kejadiannya semalam, sekitar pukul sembilan malam. Sekarang Ibu di RS Kariadi, Pak. ICU.”Pak Darman m
Read more