“Ayo bercerai.”“Cinta seperti apa yang kamu inginkan, Zalina! Apa yang kulakukan selama ini nggak cukup membuktikan semuanya?”Zalina tercekat, bayangan itu muncul dengan samar-samar dalam kepalanya setiap kali ia memejamkan mata. Kamarnya dan Naradhiya, dalam keadaan lampu temaram, dan keadaan mereka yang baru saja melakukan hubungan suami istri.“Za.”Ia mendengar suara familiar, Naradhiya.“Mbak, kalau kamu bangun nanti, aku bakal tagih utangku, ya.”Zalina membuka matanya dengan cepat, napasnya memburu, keringat membanjiri dari dahi hingga lehernya. Matanya membeliak, menatap langit-langit kamar rumah sakit.“Za?”Ia menoleh, bukan Naradhiya, melainkan ibunya yang duduk di sebelah ranjangnya. Widya tampak khawatir melihat kondisi Zalina, lalu mengambil air mineral dari atas nakas.“Minum dulu,” katanya membantu Zalina duduk. Setelah anaknya sudah terlihat lebih tenang, Widya duduk kembali dan menatap Zalina prihatin. “Za? IBu panggilkan dokter, ya?”Zalina menggeleng pelan, ia ha
Last Updated : 2026-09-12 Read more