"Iya, ya udah besok aku ke sana." "Oke, jangan khawatir! Semua beres, pilih aja yang mana." "Iya, tidak perlu kamu pikirkan." PRAAAKKK Bejo meringis memegang kakinya yang tak sengaja mengenai ujung meja hingga barang yang di atas meja tersebut pun jatuh. Dia mendesis merasakan nyeri di kakinya. Sialnya lagi, alih-alih mengintip dan menguping. Bejo malah ketahuan oleh majikannya. Pria itu mematikan panggilan yang masih berlangsung kemudian melangkah mendekatinya di bawah remangnya pencahayaan. "Maaf Tuan, ganggu." "Sedang apa kamu di sana Bejo? Sengaja mau menguping?" Bejo meringis kemudian menegakkan tubuhnya menghadap ke Saka. Ketahuan yang paling tidak membuatnya beruntung ya sekarang ini. "Bukan ingin menguping, Tuan. Cuma tadi saya pikir siapa. Udah malam ada suara di ruang depan. Ngerinya ada maling, taunya Tuan," jawab Bejo jujur. Memang benarkan? Haish! Hanya saja otak Bejo auto berisik setelah mendengar suara Saka yang terdengar lirih tadi. Lagian
Read more