공유

Bab 24. Paksa

작가: weni3
last update 게시일: 2026-07-01 17:17:45

"Ya elaaaahhhh, ribut bae."

Bejo melirik pergerakan Saka yang melangkah panjang menuju mobil dan menaikinya untuk segera pergi dari sana. Mobil itu pun bergerak keluar gerbang hingga tak lagi terlihat dan Bejo kembali menoleh menatap Mila. Bejo segera mendekati Mila yang saat ini masih diam bediri di teras rumah..

"Nyonya baik-baik aja?" tanya Bejo dan Mila menganggukkan kepala.

Namun Bejo malah menemukan kekecewaan dan juga kesedihan dari raut wajah Mila. Bejo berdecak setelah menemukan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 33. Harga Diri

    Mila terisak dalam diam menatap hamparan kebun teh yang menggelap. Lengah sedikit, mungkin ada ular atau gelapnya suasana di sana bisa menjatuhkan wanita itu hingga terluka. Namun Mila tidak memperdulikan semua itu. Bayangan yang menyakitinya semakin menyesakkan dada. Panggilan dari Ibunya semakin menghancurkan hatinya. "Kamu tuh gimana? Saka menghubungi Ibu menanyakan kamu. Kamu di mana sekarang, Mila? Jangan kabur-kaburan! Kalau ada masalah itu diselesaikan dengan baik. Bukan malah pergi! Kamu bikin malu Ibu tau nggak!" Kedua mata Mila memejam mendengar suara Ibunya. Air mata kembali menetes tetapi kaki masih kuat untuk berdiri menahan semua beban yang datang. "Mila hanya butuh sendiri, Bu. Mila harap untuk yang ini Ibu jangan ikut campur!" kata Mila dengan nada suara lirih tetapi terkesan seenaknya sendiri. "Jangan ikut campur gimana? Kamu mau seenaknya gitu? Bagaimana kalau kedua orang tua Saka tau menantu kesayangan mereka suka kabur-kaburan begini? Jangan bikin masa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 32. Mencari

    "Jo kamu ngapain di sana? Nggak belajar? Malah ngelamun aja. Bantu Bibi sini! Bibi mau nyiangin sayuran buat besok," tegur Bibi saat melihatnya berdiam diri duduk di depan pintu samping samping rumah sendirian. Bejo menoleh melihat Bibi yang tengah mengeluarkan sayuran dari kulkas. Dia pun mendekati dan duduk lesehan menghadap pada ketiga wadah yang ada di sana. "Nanti aja Bi. Nggak fokus belajar. Mana sini Bejo bantuin! Duh ganteng-ganteng cosplay jadi koki." "Kamu tuh nggak fokus belajar pasti karena mikirin cewek terus. Iya 'kan? Makanya nggak semangat tuh belajarnya." "Cewek yang mana, Bi? Aku nggak punya cewek." "Eh ngakunya ganteng tapi nggak punya cewek. Bohong banget kamu, Jo! Kamu keren begini kok. Pasti cewek kamu banyak 'kan? Makanya kamu pusing sekarang," kata Bibi menggelengkan kepalanya. "Yang suka banyak, yang jadi pilihan belum ada. Jomblo mania, Bi." "Payah kamu! Ganteng-ganteng kok jomblo tapi baguslah. Jangan dulu nikah! Enak di awal doang, Jo. Ke san

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 31. Kejam

    Rasanya ingin mengangkat sendok pun berat kalau sudah mendengar ocehan Ibu mertua yang seperti ini. Selama menikah, ocehan ibu mertuanya semakin hari semakin membuat sakit hati. Beruntung tidak tinggal bareng dalam satu atas. Mungkin kalau satu atap, Mila akan kurus kering karena harus makan hati setiap hari mendengar suara sumbang mertuanya. "Mah jangan seperti itu pada Mila. Mungkin memang butuh proses dan waktu yang lebih lama lagi. Yang penting mereka tuh nggak diam. Mereka sudah berusaha. Sabar sedikit!" Papah mertua memang selalu membela setiap kali Mamah mertua mengucapkan kata pedas pada Mila. Hanya saja, Saka yang harusnya menjadi garda terdepan kadang suka diam saja tak menjadi pelindung di depan orang tuanya. "Mau sampai kapan, Pah? Mamah undang mereka ke sini 'kan sudah jelas apa yang mau dibahas. Mamah malu punya mantu mandul. Lagian juga nggak enak ditanyain terus sama keluarga yang lain. Memangnya Papah mau kalau perusahaan yang utama kita itu diambil alih s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 30. Nyonya, Oke?

    "Tangan kamu dingin, Jo." Mila menoleh kebelakang dan melihatnya yang kini mengangkat kedua alis memperhatikan pergerakan wanita itu. "Kamu grogi atau gimana?" tanya Mila dan Bejo meringis mendengar itu. "Grogi sich nggak, Nyonya. Cuma saya jadi mau pipis. Saya keluar dulu ya, Nyonya. Bahaya ini kalau tetap di sini. Dari semalam udah dibikin pusing doang soalnya." Bejo pun memutuskan untuk keluar dari kamar. Haish! Dia laki-laki normal yang sudah mencicipi bunganya wanita. Sudah menikmati sampai di level nagih. Mana mungkin anteng saat menyentuh wanita pertama yang dia tiduri. "Gila! Gila! Otak gue nggak waras lama-lama kalau gini terus. Bahaya emang kerjaan tambahan gue. Udah nyelup sekali kayak nggak bisa lepas. Bawaannya mau nambah aja. Kalau bini udah gue gas. Sayangnya bukan! Yang ada gue kena pelanggaran. Mana gue harus nunggu instruksi dulu." Bejo mengusap wajahnya. Dia memutuskan untuk menunggu Mila di mobil saja. Andai malam ini tidak ada jadwal ke rumah mertu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 29. Ngeri Khilaf

    Bejo mengeringkan rambut Mila yang masih basah. Tangannya dengan terampil mempergunakan hair dryer milik Mila. Sesekali Bejo melihat cermin memperhatikan wajah Mila yang sedang sibuk mengenakan make up. Dalam hati Bejo selalu memuji kecantikan wanita itu. Sejak awal datang sampai sekarang dia bisa semakin dekat. Jadi pertolongan yang diminta oleh Mila adalah mengeringkan rambut wanita itu. Hal pertama yang Bejo lakukan pada seorang wanita. "Tuan kenapa nggak jemput Nyonya?" "Mas Saka itu sibuk, Jo. Udah ada kamu semakin jarang memperhatikan saya. Biasanya jemput karena saya nggak bisa nyetir sendiri." "Hhmm..." Bejo menyibak rambut Mila hingga terlihat leher putih milik wanita itu. Bejo berusaha menahan diri untuk tidak menyergap leher jenjang itu. "Nyonya malam ini nggak pulang? Saya menunggu sampai selesai atau hanya mengantar saja?" "Kayaknya nganter aja. Aku pulang sama Mas Saka. Kalau nginep sich kayaknya nggak." Mila membalikkan tubuhnya dan Bejo pun s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 28. Mendekatlah!

    Ternyata, Mila bukan hanya membutuhkan pundaknya tetapi juga membutuhkan pelukannya. Tubuh wanita itu terasa ringkih di pelukannya. Apalagi saat isakan tangis wanita itu pecah, mencubit hati Bejo hingga meringis mendengar itu. Bejo menepuk punggung Mila dengan lembut. Dia yang belum pernah menenangkan hati perempuan, mungkin terasa kaku saat menghadapi Mila yang butuh kelembutannya. "Sabar, Nyonya!" Namun kata sabar sepertinya tak lagi berlaku saat menghadapi wanita yang sudah babak belur hatinya. Bejo mengusap punggung Mila. Namun matanya awas melihat para karyawan yang kepo dengan mereka. "Nyonya, sebenarnya saya mau lama meluk Nyonya. Saya mau lebih lama menenangkan hati Nyonya tapi kayaknya salah tempat. Karyawan Nyonya kepo maksimal. Minta pada diselepet biji nangka mata mereka." Isakan Mila pun mendadak terhenti setelah Bejo mengatakan itu. Mila melepaskan pelukannya dan dia kemudian meringis menatap wanita itu yang kini malah memukulnya. "Kamu gimana sich, Jo? T

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status