"Loe ngapa serius banget liatnya, Jo? Udah! Si Caca udah nggak keliatan woy! Tuh udah jalan mobilnya. Tadi loe anggurin, sekarang loe perhatiin." Sindir Didi dan Edo kali ini membenarkan. Memang tadi Bejo sangat dingin sekali terjadap Caca. Hanya memang Caca saja yang tidak sama sekali terpengaruh dan masih betah sekali ada di dekatnya. Tadi pun kalau tidak disuruh pulang olehnya, mungkin masih betah di sana dan tidak kunjung beranjak. Wanita itu terlihat salah tingkah setiap kali dipandang. "Ayo balik!" ajaknya dan Didi juga Edo menahan tangannya. "Makan dulu lah, Jo. Laper banget ini," keluh Edo dan Didi menganggukkan membenarkan. "Jadi obat nyamuk ngabisin tenaga tau, Jo. Apalagi loe nyuruh kita-kita ikutan baca. Nambah abis aja energi kita ini," kata Didi menambahi apa yang Edo sampaikan. "Loe berdua repot! Tuman kalau diajak-ajak pasti laperan, lagian gue nyuruh loe baca sesuai tempat. Nggak mungkin di sini loe pada gue suruh nyanyi," balasnya kemudian mengeluar
Read more