Share

Bab 21. Live Streaming

Penulis: weni3
last update Tanggal publikasi: 2026-06-29 23:11:48

"Sakit, Bejo!"

"Diam, Mila! Kamu jangan berisik!Bejo sedang berusaha menyembuhkanmu," sahut Saka setelah mendengar rintihan dari Mila.

Wanita itu pun auto bungkam mendengar ucapan Saka yang terdengar sewot. Mila menatap Bejo dengan kedua alis menukik penuh permohonan sedangkan dia hanya diam dan menjawab dengan gerakan.

Bejo kembali memberikan sentuhan yang memabukkan agar Mila lebih tenang. Bejo sengaja mempermainkan Mila, tapi bukan untuk mempermaiy hati wanita itu tetapi agar Saka mel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 29. Ngeri Khilaf

    Bejo mengeringkan rambut Mila yang masih basah. Tangannya dengan terampil mempergunakan hair dryer milik Mila. Sesekali Bejo melihat cermin memperhatikan wajah Mila yang sedang sibuk mengenakan make up. Dalam hati Bejo selalu memuji kecantikan wanita itu. Sejak awal datang sampai sekarang dia bisa semakin dekat. Jadi pertolongan yang diminta oleh Mila adalah mengeringkan rambut wanita itu. Hal pertama yang Bejo lakukan pada seorang wanita. "Tuan kenapa nggak jemput Nyonya?" "Mas Saka itu sibuk, Jo. Udah ada kamu semakin jarang memperhatikan saya. Biasanya jemput karena saya nggak bisa nyetir sendiri." "Hhmm..." Bejo menyibak rambut Mila hingga terlihat leher putih milik wanita itu. Bejo berusaha menahan diri untuk tidak menyergap leher jenjang itu. "Nyonya malam ini nggak pulang? Saya menunggu sampai selesai atau hanya mengantar saja?" "Kayaknya nganter aja. Aku pulang sama Mas Saka. Kalau nginep sich kayaknya nggak." Mila membalikkan tubuhnya dan Bejo pun s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 28. Mendekatlah!

    Ternyata, Mila bukan hanya membutuhkan pundaknya tetapi juga membutuhkan pelukannya. Tubuh wanita itu terasa ringkih di pelukannya. Apalagi saat isakan tangis wanita itu pecah, mencubit hati Bejo hingga meringis mendengar itu. Bejo menepuk punggung Mila dengan lembut. Dia yang belum pernah menenangkan hati perempuan, mungkin terasa kaku saat menghadapi Mila yang butuh kelembutannya. "Sabar, Nyonya!" Namun kata sabar sepertinya tak lagi berlaku saat menghadapi wanita yang sudah babak belur hatinya. Bejo mengusap punggung Mila. Namun matanya awas melihat para karyawan yang kepo dengan mereka. "Nyonya, sebenarnya saya mau lama meluk Nyonya. Saya mau lebih lama menenangkan hati Nyonya tapi kayaknya salah tempat. Karyawan Nyonya kepo maksimal. Minta pada diselepet biji nangka mata mereka." Isakan Mila pun mendadak terhenti setelah Bejo mengatakan itu. Mila melepaskan pelukannya dan dia kemudian meringis menatap wanita itu yang kini malah memukulnya. "Kamu gimana sich, Jo? T

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 27. Penyebab

    "Mas tumben kamu datang ke sini?" Mila beranjak dari duduknya kemudian melangkah mendekati Saka. Mila meraih tangan Saka dan menyalami tangan beliau dengan takzim. Sampai saat ini, Mila masih hormat pada Saka meskipun sakit hati mendera dan pembesan tengah diusahakan. "Ikut aku! Malam ini Mamah dan Papah ingin bertemu." "Malam ini? Ada apa, Mas?" tanya Mila kemudian melangkah mengikuti Saka yang sudah duduk di sofa. Mila lebih dulu mengambil minum di kulkas kemudian memberikannya pada Saka. "Minum dulu, Mas!" "Hhmm..." Mila duduk di samping Saka dan memperhatikan pria itu dengan intens. "Mamah dan Papah ingin bicara. Aku juga tidak tau apa yang ingin dibahas. Kamu siap-siap saja! Mungkin ada pembahasan yang penting." Mila menganggukkan kepalanya dengan banyak pertanyaan yang tidak tersampaikan. Berat sekali kalau sudah diminta bertemu dengan mertua. Sejak awal menikah, Mila tidak pernah nyaman kalau sudah bertemu dengan kedua orang tua Saka. Mungkin karena

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 26. Jangan Lama, Jo!

    "Btw si Caca gimana?" "Gue juga nggak tau Caca siapa. Caca marica hehe kali. Bodolah!" sahut Bejo tak perduli. "Dia mah nggak akan terpengaruh sama yang namanya Caca. Orang udah punya Nyonya yang cantik jelita. Udah adem dia hatinya. Kecantikan majikannya belum ada yang mengalahkan cewek-cewek di kampus sini," kata Edo panjang lebar memuji Mila dan Bejo pun kali ini santai saja menanggapinya. Kalau dipikir-pikir memang Mila yang paling cantik. Mereka baru melihat luarnya saja sudah berulang kali memuji. Apalagi dia yang sudah melihat sampai dalam-dalamnya. Bejo sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan tentang majikannya. "Bener banget! Ibarat kata ya. Udah kenyang dia ngeliat majikannya tiap hari, tapi kalau gue jadi loe Jo. Ada yang cakep di kampus sikat aja! Kenapa harus ditolak? Lagian majikan itu udah ada yang punya." "Yang mau nikahin majikan gue siapa? Loe aja otaknya pada kepeleset. Lagian udah kayak langit sama bumi. Gue juga sadar diri. Semua sebatas peker

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 25. Jujur, Jo!

    Bejo menarik dagu Mila hingga keduanya saling memandang. Air mata pun kemudian jatuh membasahi pipi Mila. Bejo bisa melihat ketakutan itu nyata. "Nyonya diapain sama Tuan?" tanya Bejo dan kali ini suaranya terdengar lirih meminta kejujuran dari Mila. "Kalau kamu mau tau, nanti malam kamu lihat sendiri bagaimana dia memperlakukanku." Bejo menganggukkan kepalanya. Nanti malam? Jujur Bejo sangat penasaran sekali dengan apa yang menjadi alasan Mila begitu sangat menolak berhubungan dengan Saka. Bejo kembali melajukan mobilnya menuju tujuan pertama. Toko roti menjadi rumah kedua untuk Mila yang belum bisa menyetir mobil. "Hati-hati, Jo! Jangan ngebut!" kata Mila memberikan pesan dan Bejo memberikan ibu jarinya pada wanita itu. "Siap, Nyonya. Hati-hati banget ini sampe nggak ngegas," jawab Bejo yang sudah kembali masuk ke dalam mobil. Mila pun terlihat menggelengkan kepala dan segera masuk. Setelah Bejo memastikan wanita itu baik-baik saja. Bejo pun bergegas pergi dari s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 24. Paksa

    "Ya elaaaahhhh, ribut bae." Bejo melirik pergerakan Saka yang melangkah panjang menuju mobil dan menaikinya untuk segera pergi dari sana. Mobil itu pun bergerak keluar gerbang hingga tak lagi terlihat dan Bejo kembali menoleh menatap Mila. Bejo segera mendekati Mila yang saat ini masih diam bediri di teras rumah.. "Nyonya baik-baik aja?" tanya Bejo dan Mila menganggukkan kepala. Namun Bejo malah menemukan kekecewaan dan juga kesedihan dari raut wajah Mila. Bejo berdecak setelah menemukan itu. "Mau saya antar ke dokter, Nyonya?" "Kamu nguping?" "Yang jelas saya punya kuping, Nyonya. Nggak mungkin budegin. Jelas banget suaranya tadi. Tuan marah banget sama Nyonya." "Memang Mas Saka begitu. Nggak heran kok kalau dia nagih terus." Mila berbalik dan masuk ke dalam tetapi baru beberapa langkah, wanita itu kembali menoleh padanya. "Pulang kampus jam berapa, Jo?" "Kayak biasanya, Nyonya. Sebelum Nyonya pulang, saya sudah datang." "Oke, nanti antar saya belanja lag

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status