Share

Bab 26. Jangan Lama, Jo!

Author: weni3
last update publish date: 2026-07-02 15:50:50

"Btw si Caca gimana?"

"Gue juga nggak tau Caca siapa. Caca marica hehe kali. Bodolah!" sahut Bejo tak perduli.

"Dia mah nggak akan terpengaruh sama yang namanya Caca. Orang udah punya Nyonya yang cantik jelita. Udah adem dia hatinya. Kecantikan majikannya belum ada yang mengalahkan cewek-cewek di kampus sini," kata Edo panjang lebar memuji Mila dan Bejo pun kali ini santai saja menanggapinya.

Kalau dipikir-pikir memang Mila yang paling cantik. Mereka baru melihat luarnya saja sudah beru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 180. Sakit

    "Pasien mengalami keguguran di usia kandungan yang memasuki empat minggu. Ini disebabkan karena pasien terlalu stres atau terjadinya kelainan pada janin." DEG Bejo menarik nafas dalam mendengar apa yang dokter sampaikan. Jadi.... Bejo sampai sulit membuka suara, bibirnya kelu untuk berucap dan mendadak sulit menelan salivanya. Entah kenapa, ada sudut hatinya yang merasa gagal saat mendengar ini. Gagal menjaga, gagal membahagiakan, gagal membuat Mila bahagia walaupun di dalamnya akan ada kehancuran yang wanita itu Terima saat kedapatan bukan mengandung anak Saka. "Saya harap saat menyampaikan pada pasien nanti lebih hati-hati dan pelan-pelan saja karena mental pasien sedang down saat ini. Kalau begitu, silahkan selesaikan administrasinya agar pasien bisa segera dipindahkan ke ruang rawat inap!" "Baik, Dok." Masih basah, bukan hanya pakaiannya saja tetapi juga hatinya mendadak seperti tersiram air hingga ikut kedinginan. Bejo kembali menarik nafas dalam dan memijit peli

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 179. Pendarahan

    Bejo menghela nafas panjang setelah menjatuhkan bokongnya di salah satu kursi. Dia diam menatap pohon yang bergoyang disapu oleh angin malam yang kencang. Sssrrrppp.... Akh.... Seruputan panjang begitu sangat nikmat terasa kala kopi buatannya sudah melewati tenggorokan. Manis, pahit, seperti hidupnya yang terkadang manis dan terkadang seperti memakan barang brotowali. Hanya saja memang dia tak pernah mengeluhkan apapun. Satu puntung rokok menemaninya. Jarang-jarang memang dan itu menandakan kalau beban di kapalanya yang harus dia pikirkan cukup besar. Bejo menyandarkan tubuhnya di dinding samping rumah. Setiap sesapan nikotin yang masuk ke dalam mulut dan keluar melintasi hidungnya begitu sangat dia nikmati sampai dimana rintik hujan tiba-tiba turun membasahi bumi. "Tumben hujan, udah lama banget padahal nggak ujan. Wangi banget lagi," gumamnya. Cuaca semakin syahdu tetapi lama-lama tak bisa kalau dia tetap di sana. Bulir air yang jatuh mengenai kakinya membuat dia m

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 178. Cerdas!

    "Kamu tuh bicara apa sih, Jo? Air mata aku langsung surut tau nggak denger kamu ngomong begitu." Mila mengusap air mata seraya menatapnya dengan sangat kesal. Wanita itu pun nampak tak suka dengan pertanyaannya mengenai Bapak mertua. "Lagian sedihnya beda aja. Terus selesai ngomongin Bapak mertua. Eh kejer banget. Apa nggak pikirannya kemana-mana saya, Nya." "Nggak benget pertanyaan kamu!" sahut Mila kemudian menarik diri darinya. Namun Bejo santai saja menaggapi itu. Bejo mengusap air mata Mila membantu wanita itu menyurut kesedihan. Itu yang sebenarnya menjadi tujuan Bejo juga. Selain memang asal bertanya, Bejo juga tidak ingin Mila larut dalam kesedihan. "Apa masih sakit bokongnya, Nya?" tanyanya dengan sangat perhatian sekali. "Lumayan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Makasih ya, Jo." "Sama-sama." "Tapi aku nggak habis pikir, segitunya Mamah sama aku. Sedih tapi lebih ke benci sama beliau." "Bukannya bagus ya, Nya? Siapa tau setelah ini Nyonya bisa hamil." "Ta

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 177. Suka Nggak?

    "Mamah kenapa, Pah?" "Sakit perut. Keracunan makanan, lagian apa-apa nggak dilihat dulu. Main makan aja," jawab Papah sarkas sekali membuat Mamah berdecak lirih mendengar itu. Saka melirik Mamahnya tetapi ditahan oleh Papah. Langkah Saka pun terhenti kemudian menoleh pada Papah dan mundur agar tak terdengar Mamah. "Ada apa, Pah?" "Kenapa langsung ke sini? Kenapa nggak pulang ke rumah Istrimu? Apa kamu sudah melihat bagaimana keadaannya? Dia pulang dalam keadaan yang lemah dan wajah yang pucat. Papah hubungi sejak tadi tetapi tidak ada jawaban dari Mila." Terlihat gurat kekhawatiran dari wajah papah yang begitu nyata dan Saka hanya menghela nafas berat melihat itu. Saka diam tak menanggapi dan itu membuat papah berlaku tegas pada putra beliau. "Kamu itu kalau sudah tidak suka, maka lepaskan! Jangan kamu buat Mila menderita! Papah lihat kamu itu sama sekali tidak perhatian lagi dengan istrimu. Kamu tuh maunya apa, Saka? Kasihan Mila, Saka!" "Hanya sedikit ada masalah r

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 176. Kualat!

    "Bi tolong buah-buahan di mobil Nyonya keluarin dan disimpan ya, Bi! Saya mau ke kamar Nyonya dulu, beliau mau saya kompres. Nyonya demam, ini yang di kulkas saya bawa ya Bi. Mau saya kasih ke Nyonya." "Iya, Jo. Ya udah Bibi ambil dulu." Bibi melangkah menuju mobil Mila dan dia segera naik untuk kembali ke kamar utama. Langkahnya perlahan masuk ke dalam melihat Mila tengah meringis kesakitan. "Kenapa, Nya? Bokongnya sakit banget?" tanya Bejo kemudian duduk di pinggir ranjang. Dia menatap wajah Mila yang kini tengah meliriknya. "Kenapa, hhm?" Tangan Bejo meletakkan buah di atas nakas kemudian mencelupkan kain untuk mengompres bokong Mila. "Kamu mau apa, Jo? Aku ngerasa nyeri sekali. Apa itu untukku?" tunjuk Mila pada wadah yang Bejo bawa. "Ini saya mau kompres dulu. Roknya diangkat ya, Nya. Siapa tau setelah ini sakitnya berkurang." Mila pasrah saja tak ada penolakan. Segera Bejo menyingkap rok Mila dengan perlahan hingga terlihat bagian dalam yang selalu membuatnya b

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 175. Ini Bokong loh!

    Huwek Huwek Bukan jawaban tetapi yang terdengar adalah suara Mila memuntahkan semua yang tadi sudah masuk ke dalam mulut. Bibi yang melihat itu langsung sibuk membuatkan minuman hangat sedangkan dia sibuk memijit tengkuk Mila setelah mengikat rambut wanita itu. Bejo membersihkan mulut Mila kemudian memperhatikan wajah pucat majikannya. Dia menatap Mila dengan kedua mata menyelidik kemudian mengajak Mila untuk segera duduk. "Rebahan di sofa dulu, Nyonya. Bibi lagi buatin wedang jahe. Iya 'kan, Bi?" "Iya Nyonya, tunggu dulu ya. Ini akan melegakan mual yang Nyonya rasakan. Bibi do'akan ini kabar baik untuk Nyonya." Sontak Bejo melirik Mila yang hanya diam tak menanggapi Bibi sama sekali. Tangan Mila kemudian meraih tangannya. Dia pun segera membantu wanita itu menuju sofa. Bejo merangkul tubuh Mila yang terlihat lemas. Pelan-pelan Bejo mendudukkan Mila di sofa dan memberikan bantal agar Mila bisa rebahan dengan nyaman. Tangannya pun merapikan anak rambut Mila yang m

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status