共有

Bab 22. Fantasi

作者: weni3
last update 公開日: 2026-06-30 23:06:40

Mila mendongak menatap Saka yang sedang memberikan pijatan di benda pusaka milik pria itu. Terlihat jelas Saka begitu sangat menikmati adegan ini.

Saka benar-benar seperti tengah menonton live streaming pergulatan yang terjadi di antara istri dan sang sopir. Mila memejamkan kedua mata dengan kuat setelah melihat Saka.

Sementara kedua kaki Mila, Bejo buka lebar-lebar siap untuk mendapatkan masukan. Namun masukan di sini adalah masukan yang berisikan benda panjang besar dan berurat, bukan mas
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 43. Perang

    Saka terus saja menggedor pintu kamar utama tetapi Mila bertahan dengan kemarahan dan kekecewaan yang pria itu ciptakan. "Oke, Sayang! Oke aku minta maaf. Buka pintunya atau aku dobrak!" ancam Saka tetapi tidak ada jawaban dari Mila apalagi suara kunci terbuka yang menandakan pergerakan wanita itu. Saka pun melangkah pergi dari sana dan berlari menuruni tangga memanggil Bibi. Bejo yang tengah duduk di samping rumah, bersantai menunggu balasan dari Mila mendongak menatap pergerakan Saka. "Bi! Bibi!" seru Saka dan Bibi berlari tergopoh-gopoh mendekati dari belakang dengan cucian yang ada di tangan beliau. "Ada apa, Tuan?" tanya Bibi seraya membungkukkan tubuh beliau. "Carikan kunci cadangan kamar saya!" "Kunci cadangan? Oh tunggu sebentar, Tuan!" Bibi melangkah menuju lemari yang ada di ruang tengah. Beliau membuka setiap laci yang ada di sana tetapi beliau tidak sama sekali menemukan apa yang Saka pinta. "Mana ya?" gumam Bibi. Bibi terus bergerak dengan repot

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 42. Dicicipi

    "Apalagi, Jo?" Bejo menarik nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan dari Saka. Pria itu terlihat tak terima akan sikapnya yang dominan. Dia tau, Saka sedang sangat emosi sekali saat ini maka jangan ditanya, jangan disenggol apalagi ditantang. Namun Bejo tidak perduli. Dia tau Mila tak nyaman dengan sikap Saka. Memang semalam dia meminta Mila untuk bisa melayani Saka sekali lagi tetapi bukan untuk sekarang. Dia lebih tau kondisi tubuh Mila dari pada pria itu. "Maaf, saya hanya ingin menyampaikan kalau Nyonya sedang kurang enak badan. Tadi saat dalam perjalanan, badan Nyonya hangat, Tuan. Bisa Tuan cek sendiri jika tidak percaya dengan saya!" kata Bejo dan Saka menoleh memperhatikan Mila yang menunduk enggan membalas. Tangan Saka terulur menyentuh kening Mila tetapi gerakan Mila yang menghindari membuat pria itu berdecak kesal. "Kamu sakit?" "Hanya agak kurang enak badan saja, Mas." "Tidur dimana semalam?" tanya Saka dan Mila mengangkat kepala melihat ke arahnya.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 41. Gembel

    "Mungkin tapi untuk saat ini untuk Nyonya dulu," jawab Bejo kemudian menyematkan senyuman manis pada Mila yang terlihat mengangguk dan melengos darinya. "Ayo lanjut, Nyonya! Pegangan ya! Aku mau ngebut soalnya." Bejo naik kembali ke atas motornya dan segera menghidupkan mesin. Mila pun duduk di belakangnya kemudian mengulurkan tangan yang segera dia raih agar melingkar kembali di tubuhnya. "Yang kenceng, Nyonya!" "Meluk banget nggak sich, Jo?" "Nggak apa-apa, aman!" jawab Bejo dan menatap gemas mendapati bibir Mila yang mencebik setelah dia mengatakan itu. Motor pun kembali melaju dan mereka menikmati perjalanan ini. Langit terik dan matahari terasa panas ke kulit saat mereka sudah sampai di kota. Bejo menepikan dulu motornya di salah satu toko biru yang ada di sana untuk membeli minum. "Panas ya, Nyonya? Maaf ya saya bawanya motor. Soalnya biar simpel aja nyari Nyonyanya kemarin. Masuk dulu yuk! Ngadem," ajak Bejo tetapi Mila menggelengkan kepala dan anteng saj

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 40. Siapa?

    Mila membuang muka mendengar pertanyaan yang mungkin wanita itu paham maksudnya. Padahal Bejo sudah biasa saja tetapi Mila pasti akan tergelitik mengingat yang semalam. Apalagi semalam Mila berulang kali sampai. Rasanya pasti sangat-sangat melegakan hingga tidurnya pun sangat nyenyak. "Nyonya," panggil Bejo dan Mila berdecak kemudian beranjak dari duduk tanpa menoleh padanya. Dia pun terkekeh melihat sikap Mila yang malu-malu gengsi. Dia segera mengambil kunci motor untuk meninggalkan tempat itu. "Setelah sarapan kita pulang ya, Nyonya." "Antar aku ke toko roti saja, Jo." "Oke." Bejo mengikuti Mila yang melangkah duluan. Wanita itu terdiam kala melihat pemandangan yang indah di samping Villa. "Kenapa, Nyonya?" "Jangan buru-buru, Jo! Indah banget. Apa nggak ada pedagang makanan dekat sini? Saya masih ingin menikmati suasana di sini." Bejo melihat sekelilingnya tetapi memang tidak ada pedagang makanan di sana. Dia pun turun mendekati jalanan yang terlihat s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 39. Gampang Nyonya

    "Sudah siap pulang, Nyonya? Sontak Mila menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka. Wanita itu baru saja terjaga saat matahari menyelinap dari lubang-lubang fentilasi. Bejo membuka pintu kamar. Dia menyambut dengan senyuman hangat dan secangkir susu. Mila terlihat terkejut setelah tidur dengan sangat nyenyak. Sampai Bejo sudah rapi dengan pakaian gantinya yang tadi sempat dia beli di pasar pun Mila tidak tau. Bejo terkekeh melihat wajah polos Mila. Rambut wanita itu berantakan. Mata Mila pun masih terlihat mengantuk. Wanita itu beranjak dari tidurnya seraya menarik selimut agar tetap menutupi tubuh yang masih polos. Bejo melangkah mendekati dan meletakkan minuman hangat di meja. Bejo juga membawa kantong plastik yang berisikan pakaian ganti untuk Mila. "Minum dulu susunya, Nyonya! Mumpung masih panas nich. Bentar lagi pasti dingin." "Itu apa, Jo?" tanya Mila yang malah salfok dengan isi dari kantong plastik di tangannya. " Oh ini, ini untuk Nyonya. Nyonya nggak baw

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 38. Bersama, Nyonya!

    Sampai sekarang terkadang Bejo tak menyangka jika bisa mendapatkan kenikmatan dunia dari wanita yang memiliki status sah dengan pria lain dengan kegadisannya. Dara keperawanan bahkan dia yang memecahkannya sampai benar-benar mampu menguasai tubuh wanita itu. Penyakit yang menjadi alasan bisa dilalui dengan baik. Dia bisa membuat Mila merasakan surga dunia yang selama ini belum pernah wanita itu rasakan. Bejo pun bisa membuat Mila merasakan kenyamanan kala bercinta yang belum didapatkan dari suaminya. Bejo memperlakukan dengan sangat lembut. Keluar masuk tanpa menyakiti dan itu salah satu yang Mila butuhkan selama ini. Jeritan tak semuanya tentang kesakitan tetapi jeritan kali ini karena Mila dibuat klimaks berulang kali. Tubuh wanita itu menggelinjang manja setelah Bejo masuk dan memompa dengan frekuensi yang rendah. Masih awal, mau masuk saja butuh kesabaran. Bejo harus benar-benar membuat Mila rileks dan kembali membuai hingga merelakan punggungnya berdarah-darah karena ca

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status