Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 236. (Bukan) Kambing Hitam

Share

236. (Bukan) Kambing Hitam

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-09-22 15:12:12

“Vio, buka pintunya!” bentak Raymond dengan suara keras dan nada bicara yang tak bisa dibantah saat berdiri di depan kamar putrinya.

Dari dalam kamar, suara tangisan Viola menyahut histeris, “Nggak mau! Papa jahat!”

Raymond menghembuskan napas kasar. Dadanya naik-turun menahan emosi yang kian memuncak. “Papa masuk,” tegasnya singkat.

“Aku bilang aku nggak mau lihat Papa!” teriak Viola lagi dari balik pintu.

Tanpa memedulikan teriakan dan jeritan putrinya, Raymond merogoh saku jasnya, mengeluark
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
emang salah kamu viola..kamu hanya anak manja yg tidak tahu apa apa..gen ibumu yg kacau lebih dominan dibanding papa kamu yg setia..terima semua dengan benar hati
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
dih anak manja diem, gak terima. makan tu obat perangs*ng... makanya jangan maen2 dg barang gituan akhirnya nyesal pun udah terlambat. dududududu lanjut kak...aku tambah gem n beli koinnya... *_* mksh updatenya kakak syng:)
goodnovel comment avatar
vyjoo
wkwk dijadikan senjata ya om, tapi itu fakta kok.. - disuruh nganterin pulang biar dia dianterin sm Dylan - trus ngeracunin jojo biar jojo jadi pelacur ehhhh diminum sm papanya haha dan jojo juga jd korbannya..jd km terima ya Vio..berat tp km hrs terima..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   254. Syarat

    “Siapa yang mau dijodohkan?”Pintu ruang kerja mendadak terbuka. Terdengar suara lembut bertanya dari ambang pintu,Dengan wajah yang masih tampak pucat tapi dipaksakan tersenyum, Elvi memasuki ruang kerja Damian sembari membawa nampan berisi secangkir kopi hangat.Damian bergegas berdiri menghampiri istrinya, mengambil alih cangkir itu lalu menjawab dengan nada menggoda, “Anakmu ini lho... sudah ngebet nikah tapi belum punya pacar. Mungkin ada anak teman arisan Mama yang gadisnya sudah siap nikah?”“Nggak ada perjodohan ya, Pi!” potong Dylan cepat dengan nada tegas. “Aku mau fokus lanjut ambil gelar profesiku dulu.”Elvi tersenyum lembut menatap interaksi ayah dan anak itu. “Mama nggak mau ikut campur urusan itu... Tapi kalau sampai ikut campur, paling cuma bisa bantu doa biar Dylan dapat jodoh yang terbaik.”Dylan melangkah mendekati Elvi, memeluk bahu mamanya erat lalu mengecup kening wanita itu penuh kasih sayang. “Terima kasih ya, Ma.”Tapi, di dalam lubuk hatinya yang paling dal

  • Istri Rahasia Om Raymond   253. Perjodohan

    “Kau sudah siap bertemu dengan Bunda?” tanya Raymond memastikan kesungguhan niat istrinya.Jovita mengangguk pelan. “Aku hanya ingin fokus pada kehamilan ini, Om... Mungkin dengan bertemu Bunda sekali saja, bisa membuatku yakin bahwa aku tetap bahagia tanpa kehadiran dia.”Raymond tertegun mendengar jawab istrinya. Sungguh di luar dugaan, karena sebelumnya Raymond mengira keinginan Jovita bertemu dengan mamanya karena sudah memaafkan.Jovita mengalihkan pandangannya ke arah jendela kaca. Di luar, langit malam sudah sepenuhnya menggelap, hanya ditinggali bias lampu-lampu kota yang terpantul redup di kaca kamar perawatan.“Dulu... setiap aku sedih, setiap aku kelaparan, atau saat aku sakit, aku selalu berharap Bunda bakal datang menjemputku,” lanjut Jovita dengan suara yang kembali memberat. “Tapi bertahun-tahun... harapan itu cuma tinggal harapan.”Jovita menyeka air mata yang menetes tanpa memberi aba-aba. “Anggap saja cerita Dylan tadi seratus persen benar... tapi Bunda bukan anak ke

  • Istri Rahasia Om Raymond   252. Tak Mudah

    Dylan mengangguk pelan tanpa membantah sedikit pun."Semua itu melewati proses yang sangat panjang, Jo. Di depan publik, Papi dan Mama memang sengaja menampilkan citra pasangan yang harmonis. Tapi begitu sampai di rumah, hubungan mereka dingin luar biasa. Tugas Mama di rumah murni hanya mengurus aku... Mama bahkan sama sekali tidak punya kewajiban untuk melayani Papi sebagai seorang istri."Dahi Jovita berkerut tajam, tanpa sadar pertanyaan spontan meluncur begitu saja dari bibirnya, "Kalau begitu... kok bisa hamil?!"Dylan menghela napas panjang, rasanya ingin teriak tepat di telinga Jovita. Saat ini Jovita juga sedang hamil, tentu lebih tahu bagaimana proses kehidupan baru itu tercipta. Mengapa harus tanya pada Dylan yang statusnya jomblo kesepian?"Mereka baru benar-benar saling jatuh cinta dan membuka hati mungkin baru satu tahun terakhir ini.” Tatap mata Dylan menyiratkan penyesalan mendalam. “Mereka bahkan baru menjalani bulan madu setelah bertahun-tahun menikah... Dan kalau kam

  • Istri Rahasia Om Raymond   251. Masa Lalu yang Pahit

    “Bunda!” jerit Jovita beberapa tahun lalu, suaranya melengking memanggil sang ibu saat sirine ambulans mulai meraung dan kendaraannya melaju makin menjauh.Di dalam rumah yang berantakan, Joni sedang digelandang kasar oleh beberapa petugas polisi. Jovita kecil menangis histeris seorang diri dalam pelukan erat asisten rumah tangganya, menyaksikan ceceran darah merah pekat yang masih membasahi lantai rumah mereka.“Kondisi Mama waktu itu sangat buruk, Jo...”Suara Dylan perlahan membuyarkan lamunan mengerikan yang berputar di kepala Jovita. Dilihatnya Dylan menatapnya dengan raut penuh penyesalan.“Beberapa tulang rusuknya patah, dan tulang hidungnya juga.”Dada Jovita makin sesak. Ingatan itu datang kembali wajah ibunya yang penuh lebam kebiruan dan pendarahan parah di hidung saat diangkut ke dalam ambulans adalah bayangan terakhir yang ia simpan tentang Elvi.Dylan melanjutkan dengan suara bergetar, “Begitu Mama sadar, Mami langsung ambil tindakan, cari pengacara untuk dampingi Mama m

  • Istri Rahasia Om Raymond   250. Bicara Empat Mata

    “Ih lucu banget.”Di ruang perawatannya, hanya ponsel yang menemani kesendirian Jovita. Ia bersandar santai sembari menggulir layar ponsel, asyik melihat-lihat perlengkapan bayi yang menggemaskan di sebuah toko online.Tanpa ragu, ia mulai memasukkan beberapa barang ke dalam keranjang belanjaannya hanya karena alasan lucu dan menggemaskan. Simpan dulu, nanti dipilih-pilih lagi setelah mengetahui jnis kelamin bayinya. Mulai dari jumpsuit bayi bermotif dinosaurus pastel, topi rajut telinga kelinci warna cream, hingga satu set kaus kaki mungil berenda dengan corak beruang cokelat.Suara engsel pintu yang terbuka memecah fokusnya. Mengira perawat yang datang untuk mengambil sisipan piring, Jovita bergegas merapikan sisa perlengkapan makan siangnya di atas meja dorong.Betapa terkejutnya Jovita saat mendongak dan melihat siapa yang melangkah masuk. Bukan perawat, melainkan Dylan, yang didampingi langsung oleh Raymond dan Dokter Amira.Raut wajah Jovita seketika berubah tegang. Ia langsung

  • Istri Rahasia Om Raymond   249. Adik Ipar

    Dengan berusaha tetap tenang, Raymond melangkah menghampiri Dylan yang berjalan mantap di lorong rumah sakit.“Ada keperluan apa kamu datang ke sini? Mamamu baik-baik saja, kan?”Raymond berusaha mengakrabkan diri dengan teman istrinya, karena bagaimana pun sekarang mamanya Dylan adalah ibu mertuanya. Raymond hanya ingin menunjukkan sedikit kepedulian untuk tetap menjaga hubungan baik.Dylan mengangguk pelan. Entah mengapa sikapnya berubah setelah mengetahui kenyataan bahwa Jovita adalah anak kandung Elvita, yang artinya Jovita adalah saudara sambungnya.Apalagi, masih lekat dalam ingatan Dylan. Dari data kemahasiswaan, usia Jovita lebih muda darinya, meski hanya hitungan bulan. Itu artinya, Raymond kini berstatus sebagai suami Jovita, adalah adik iparnya. Hal tersebut membuat Dylan tidak ingin tampak gentar atau kalah wibawa di hadapan Raymond.“Aku ingin bertemu dengan Jojo,” jawab Dylan lugas tanpa basa basi.Raymond menghela napas pelan, menggelengkan kepala. “Jangan sekarang. Kon

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status