مشاركة

Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang
Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang
مؤلف: Boni

Bab 1

مؤلف: Boni
Pandangan Robert sama sekali tidak tertuju pada kertas itu. Bahkan dilihat sekilas pun tidak. Dengan santai, dia menyerahkan kertas itu kepada Keira.

"Di ruang kerja ini aku nyimpan banyak barang penting. Mulai sekarang jangan taruh barangmu di sini lagi."

Di rak buku tersusun rapi buku-buku yang diberikan Irena saat masih menjadi mahasiswa. Di lemari kaca tersimpan surat-surat yang pernah ditulisnya untuk Robert. Bahkan foto di atas meja kerjanya pun adalah foto kelulusan SMA mereka berdua.

Itulah yang disebutnya sebagai "barang penting". Robert menyimpannya dengan penuh perhatian, memandanginya berkali-kali tiap hari. Sedangkan barang milik Keira, bahkan tidak layak mendapatkan satu lirikan darinya.

Karena itu, Robert pun tidak tahu bahwa sebentar lagi Keira akan meninggalkannya.

Keira menggenggam erat lembar tabel nilai itu dan mengangguk. Tepat saat hendak pergi, ponsel Robert tiba-tiba berdering. Telepon itu dari salah satu sahabatnya.

"Robert, gawat! Vila di Kompleks Aquarine kebakaran! Irena tinggal di sana, 'kan?"

Mendengar kabar itu, ekspresi Robert langsung berubah. Dia meraih kunci mobil dan berlari ke luar tanpa ragu.

Keira menatap punggungnya beberapa detik, lalu menghentikan sebuah taksi dan mengikutinya.

Sepanjang perjalanan, Robert menerobos lebih dari sepuluh lampu merah sambil melaju kencang. Sopir taksi bahkan hampir kehilangan jejaknya.

Saat tiba di lokasi kebakaran dan melihat kobaran api serta asap hitam yang menjulang ke langit, Keira pun tertegun.

Setelah mengetahui bahwa Irena masih belum berhasil dievakuasi, Robert nekat ingin masuk untuk menyelamatkannya. Petugas pemadam kebakaran dan beberapa sahabatnya pun buru-buru mencegah.

"Pak, api di kawasan vila ini terlalu besar. Kalau Anda main masuk saja, nyawa Anda bisa terancam."

"Robert, tenanglah! Menjadi pilot adalah impian seumur hidupmu. Kalau kamu sampai kenapa-kenapa, kariermu bakal tamat!"

Namun, Robert tidak mendengarkan sepatah kata pun. Setelah meninggalkan satu kalimat, dia mendorong mereka dengan keras dan bergegas menerjang lautan api.

"Aku nggak peduli! Asalkan Irena selamat, nggak jadi kapten pesawat pun nggak masalah!"

Melihat sosoknya yang ditelan asap tebal, beberapa sahabatnya terpaku di tempat, lalu mulai saling menyalahkan.

"Aku sudah bilang jangan kasih tahu Robert, tapi kalian nggak mau dengar! Setiap kali terjadi sesuatu pada Irena, emosinya pasti lepas kendali!"

"Iya, tapi kalau nggak manggil dia dan terjadi sesuatu pada Irena, dia bisa mengacak-acak seluruh kota! Kalian lupa waktu sekolah dulu Irena pernah diganggu guru, dia langsung menerobos ke kantor dan menghajar guru itu? Belum lagi waktu Irena hilang kontak selama sepuluh jam, dia sampai nyuruh semua pengawal mencari ke seluruh kota ...."

Mendengar cerita mereka, Keira baru menyadari bahwa pria yang selalu dingin dan tenang di hadapannya itu ternyata juga bisa kehilangan akal sehat saat mencintai seseorang.

Untuk sesaat, hatinya dipenuhi berbagai perasaan yang bercampur aduk, disertai nyeri yang menusuk.

Ketika beberapa sahabat itu melihat dirinya, mereka langsung tampak canggung.

"Kak, ka ... kamu datang bareng Robert? Dia pergi untuk ... menolong teman sekelasnya. Jangan salah paham ya."

"Ya, ya. Dia dan Irena sudah saling kenal sejak kecil. Persahabatan mereka lebih dari sepuluh tahun. Mereka akrab seperti saudara kandung. Makanya dia khawatir sekali."

Keira tahu mereka hanya berusaha menutupi keadaan. Dia menarik sudut bibirnya. Baru setelah merasakan rasa amis darah, dia menyadari bahwa entah sejak kapan bibirnya sudah tergigit hingga terluka.

Setengah jam kemudian, Robert keluar sambil menggendong Irena yang tak sadarkan diri. Sekelompok orang langsung berkerumun menyambut mereka.

Wajahnya dipenuhi asap hitam. Kemeja putihnya hangus terbakar di beberapa bagian. Sementara itu, Irena yang berada dalam pelukannya terlindungi tanpa cedera sedikit pun.

Saat petugas medis datang menangani Irena, Robert akhirnya tidak mampu bertahan lagi dan pingsan.

Ambulans melaju kencang menuju rumah sakit. Keira duduk di bangku panjang, menatap kedua tangannya yang gemetar, lalu teringat pada pertemuan pertamanya dengan Robert.

Saat itu, Keira masih mahasiswi tahun kedua. Ayahnya adalah profesor di Akademi Penerbangan, sedangkan Robert adalah murid kebanggaannya.

Dengan seragam rapi dan tegap, penuh semangat anak muda, Robert berdiri di podium sambil menjelaskan prinsip-prinsip penerbangan. Bahkan sinar matahari seolah kalah terang saat itu.

Keira jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak itu, dia selalu mengikuti Robert ke mana-mana.

Banyak perempuan yang mengejarnya, tetapi Robert selalu menjaga jarak dan menolak semuanya.

Hingga menjelang kelulusan, ayah Keira sakit parah. Sebelum meninggal, beliau meminta Robert menjaga putri satu-satunya dengan baik.

Robert menyetujuinya. Setelah pemakaman selesai, dia langsung melamar Keira. Keira pernah bertanya kepadanya, "Kamu mau menikah denganku karena permintaan Ayah ya? Sebenarnya kamu nggak perlu melakukan ini ...."

Robert menatapnya dan menjawab, "Bukan. Aku memang ingin menikahimu."

Keira mengira akhirnya dia berhasil menyentuh hati pria itu. Hingga suatu hari, Robert mabuk.

Saat Keira pergi menjemput, tanpa sengaja dia mendengar percakapan beberapa sahabat Robert yang juga sedang mabuk.

"Istri Robert benar-benar bodoh. Selama ini dia cuma dibohongi dan mengira kalau Robert punya perasaan buat dia. Dia mencurahkan seluruh hatinya untuk Robert, padahal Robert nikahin dia cuma karena cinta pertamanya nikah sama orang lain. Dia nikahin Keira cuma buat pelarian."

Pada saat itu, Keira merasa seolah dilemparkan ke jurang paling dalam. Ternyata, alasan Robert menolak semua perempuan yang mendekatinya selama ini bukan karena sifatnya yang dingin. Jauh di lubuk hatinya, ada sosok cinta pertama yang tidak bisa dia lupakan.

Keira merasa dirinya seperti penjaga makam yang keras kepala, menjaga hubungan yang sebenarnya telah lama mati.

Kesombongan membuat Robert tak sanggup menurunkan harga diri untuk merebut cintanya kembali. Harga diri membuatnya tak mampu mengucapkan kata rindu. Karena itu, dia hanya bisa berdiri di tempat yang sama, menunggu cinta pertamanya menoleh kembali.

Namun, yang datang justru kabar pernikahan Irena.

Irena .... Nama yang terukir di hati Robert itu, beserta seluruh penantian dan pengorbanannya selama bertahun-tahun, seketika menjadi duri yang menancap di hati Keira.

Namun, Keira terlalu mencintai Robert. Dia tidak sanggup melepaskannya. Karena itu, dia diam-diam membuat sebuah tabel nilai. Jika batas 100 poin di tabel itu mencapai nol, dia akan meninggalkan Robert.

Selama bertahun-tahun, poin-poin itu terus berkurang sedikit demi sedikit. Kadang pada hari ulang tahunnya, Robert justru terbang menemui Irena hanya karena satu unggahan di media sosial.

Kadang pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Robert malah menemani Irena mengobrol semalaman.

Setelah Irena bercerai dan kembali ke tanah air ... poin-poin itu pun merosot tajam. Hati Keira pun hampir benar-benar membeku.

Setelah operasi selesai, dokter keluar dan menjelaskan kondisi Robert. "Pasien mengalami banyak luka bakar di lengan, bahu, leher, dan punggung. Bekas luka kemungkinan besar akan tertinggal. Tapi wanita yang dirawat bersamanya baik-baik saja, cuma pingsan karena terlalu syok. Jadi kalian nggak perlu khawatir."

Mendengar itu, beberapa sahabat Robert pun berpandangan dan menggaruk kepala sebelum buru-buru mencairkan suasana.

"Yang penting orangnya selamat. Kak, jangan khawatir. Nggak bisa jadi kapten pesawat juga bukan masalah besar. Keluarganya Robert adalah keluarga kaya raya di wilayah utara. Mereka sudah lama nungguin Robert pulang buat mewarisi bisnis keluarga. Ayo, kita masuk jenguk Robert."

Keira menunduk, menyembunyikan kepahitan yang meluap di matanya. "Aku masih ada urusan yang harus diurus. Kalian masuk saja temani dia."

Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan pulang dengan tenang. Dia mengambil tabel nilai itu.

Setelah mengurangi lima poin lagi, dia menatap jumlah poin yang tersisa dan tersenyum tipis. Tinggal mengurangi 20 poin terakhir, maka hubungan antara dirinya dan Robert akan benar-benar berakhir.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 23

    Setelah urusan Irena selesai, Robert mencurahkan seluruh perhatiannya untuk mendapatkan kembali Keira. Setahunya, saat ini Keira masih belum menjalin hubungan dengan Stuart. Artinya, dia masih memiliki kesempatan.Kali ini, dia sudah memikirkannya dengan matang. Apa pun yang terjadi, dia tidak akan pernah lagi mengkhianati Keira.Keira boleh membuat satu, seratus, bahkan seribu lembar tabel nilai. Dia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan satu poin pun lagi.Asalkan Keira bersedia, kalaupun dia harus menyerahkan seluruh perusahaan keluarga, dia pun rela.Robert berhasil menemukan alamat Studio Bulir Padi. Dengan membawa seikat bunga, dia mengetuk pintu."Permisi, apa Keira ada?" tanyanya dengan sopan.Tatapan orang-orang di dalam studio langsung berubah penuh selidik. Di antara mereka, sang senior berjalan mendekat dan menatapnya dengan ekspresi rumit."Kenapa kamu datang?" tanya senior itu.Robert mengenalnya. Dialah orang yang mendirikan studio bersama Keira setelah perceraian mer

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 22

    Robert maju selangkah lagi. Baik saat menerima hukuman keluarga maupun saat muak terhadap Irena, kapan pernah dia menunjukkan ketulusan seperti ini?Kini, setelah akhirnya bertemu kembali dengan orang yang selalu dirindukannya siang dan malam, dia hampir ingin mencungkil hatinya sendiri untuk diperlihatkan kepada Keira.Namun, penampilan seperti itu hanya membuat Keira merasa muak. Rasa jijik dan asing di matanya menusuk hati Robert tanpa ampun."Pak Robert, mohon jaga sikap. Kalau Keira berniat memaafkan Bapak, dia nggak akan menyembunyikan identitasnya selama ini. Meskipun aku nggak tahu apa yang terjadi di antara kalian dulu, Keira adalah orang yang sangat baik. Aku rasa Bapak pasti telah melakukan sesuatu yang nggak bisa dimaafkan, sampai hubungan kalian berakhir seperti ini."Stuart berdiri di depan Keira pada saat yang tepat. Tatapannya juga sedingin es saat melontarkan sindiran itu tanpa basa-basi.Perkataan itu membuat tubuh Robert bergetar. Matanya makin merah. Dia memandang d

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 21

    Sejak wawancara itu ditayangkan, Robert segera menerima kabar tentang keberadaan Keira.Baru saat itulah dia tahu bahwa Keira kini tinggal di wilayah selatan. Seperti impian yang pernah Keira ceritakan dahulu, dia benar-benar telah mendirikan sebuah studio desain.Seperti orang yang kelaparan, Robert mulai mencari semua informasi tentang Studio Bulir Padi. Melalui itu, dia akhirnya mengetahui bagaimana kehidupan Keira selama satu tahun setelah meninggalkannya.Keira tidak terpuruk seperti dirinya. Sebaliknya, dia makin bersinar. Dia membangun studionya dari nol hingga kini menjadi nama yang dikenal luas di dunia desain.Robert menatap sosok wanita di bawah cahaya lampu tanpa berkedip. Dorongan di dalam hatinya makin sulit dikendalikan. Dia ingin memeluknya erat seperti dahulu. Namun, saat dia hampir melangkah mendekat, seseorang di sampingnya menarik lengannya."Robert ...." Irena menatapnya dengan tatapan memelas, memohon agar dia tetap tinggal.Namun, Robert bahkan tidak menoleh. Dia

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 20

    Keira menonton wawancara itu tanpa perubahan ekspresi.Sebagian besar isi wawancara membahas karya-karya Studio Bulir Padi. Hanya sebagian kecil yang menyinggung identitas Keira dan hubungannya dengan Robert.Setelah wawancara itu ditayangkan, topik itu sempat mendatangkan gelombang perhatian di internet. Namun, Keira hanya melihatnya sekilas, lalu kehilangan minat.Mungkin karena melihat reaksinya yang datar, Stuart berjalan mendekat. Di tangannya ada sebuah kartu undangan yang sengaja dia ayunkan di depan Keira.Sesuai dugaannya, mata wanita itu langsung berbinar. "Itu ...."Stuart tersenyum bangga. "Ya, baru diterima pagi ini."Keira segera merebut undangan itu. Dengan gembira, dia berputar satu kali sambil mengangkat undangan itu tinggi-tinggi.Undangan itu adalah tiket masuk ke lingkaran profesional dunia desain. Saat acara berlangsung nanti, bukan hanya tokoh paling berpengaruh di dunia desain yang akan hadir, tetapi juga kolektor dan pengusaha dari berbagai penjuru.Nama Studio

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 19

    Setelah minum bersama, Keira naik ke lantai dua untuk menikmati angin malam. Wajahnya sedikit merah karena alkohol, tetapi suasana hatinya sangat baik.Ini adalah tahun kedua sejak dia meninggalkan Robert. Dari rasa sakit dan kebingungan di awal, hingga sekarang dia tidak lagi terikat pada masa lalu. Dia benar-benar telah melepaskan pria itu.Dia tidak akan lagi merasa tak berdaya karena pria itu, meski hanya sedikit pun. Angin malam yang sejuk berembus pelan, mengibaskan rambut panjangnya. Pemandangan itu tampak seperti sebuah lukisan yang indah.Seseorang perlahan berjalan mendekat, lalu berdiri di sampingnya dan menyandarkan diri pada pagar balkon."Kenapa naik ke sini sendirian? Semua orang cari kamu," kata Stuart."Aku cuma ingin menikmati angin. Rasanya semua ini masih nggak nyata. Kita benar-benar berhasil." Keira menyipitkan mata. Senyuman tipis memenuhi wajahnya."Ya, kita berhasil." Stuart menatapnya dan ikut tersenyum.Dua tahun lalu, saat Keira dan seniornya mendirikan stud

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 18

    Sejak terbebas dari Robert, Keira menetap di wilayah selatan. Saat itu, setelah turun dari pesawat, seniornya sudah datang menjemput bersama anggota tim lainnya.Ketika berbicara tentang impian masing-masing, mata mereka semua berbinar penuh harapan.Pemandangan itu membuat Keira teringat pada dirinya yang dahulu. Kalau bukan karena Robert, seharusnya dia sudah melangkah bersama mereka sejak lama.Mereka makan bersama terlebih dahulu. Setelahnya, tanpa membuang waktu, mereka langsung mulai bekerja.Semua hal dalam studio yang baru dirintis harus dikerjakan sendiri. Mulai dari mencari lokasi, renovasi, pendaftaran perusahaan, hingga merekrut karyawan ....Proses membangun dari nol bukanlah hal yang mudah. Namun, Keira mengerjakan setiap hal dengan sungguh-sungguh. Dia tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan Robert.Mereka sibuk tanpa henti selama beberapa bulan. Akhirnya, kerangka awal studio itu pun terbentuk.Seniornya bertanya nama apa yang ingin digunakan. Setelah berpikir sejena

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status