Compartir

Bab 2

Autor: Boni
Keira langsung pergi ke sebuah firma hukum. Dia meminta seorang pengacara menyusun surat perjanjian cerai, lalu membawa bubur dan kembali ke rumah sakit.

Baru saja sampai di depan ruang rawat, dia melihat Irena sedang kewalahan merawat Robert. Wanita itu menyendok semangkuk sup dan hendak memberikannya kepada Robert, tetapi tanpa sengaja menumpahkannya ke tubuh pria itu.

Sambil meminta maaf, dia berusaha membersihkan noda itu, tetapi malah tanpa sengaja membuat luka Robert terbuka lagi. Saat hendak mengobati luka, dia bahkan salah mengambil obat ....

Melihat Robert menarik napas dalam-dalam karena kesakitan, mata Irena langsung memerah.

"Robert, maaf. Aku tahu kamu terluka separah ini demi nyelamatin aku. Aku ingin rawat kamu, tapi aku nggak bisa melakukan apa pun dengan benar. Maaf."

Di mata Robert yang biasanya dingin dan tak acuh, terselip sedikit ketidakberdayaan. "Kamu ini dimanja sejak kecil dan selalu hidup enak. Wajar kalau nggak tahu cara merawat orang. Ini cuma luka ringan. Istirahat beberapa hari juga sembuh. Kamu nggak perlu khawatir atau merasa bersalah."

Mendengar itu, tangisan Irena justru makin menjadi-jadi. "Kamu bohong lagi. Luka ringan apanya? Dokter sudah kasih tahu, luka bakarmu cukup parah. Setelah ini kamu nggak akan bisa jadi kapten pesawat lagi, 'kan?"

Begitu melihat air matanya, ekspresi Robert menjadi rumit. Dia ingin memeluk dan menenangkan Irena, tetapi ketika tangannya terulur, dia baru sadar bahwa tindakan itu tidak lagi sesuai dengan status mereka saat ini.

Karena itu, dia hanya mengambil beberapa lembar tisu dan menyerahkannya.

"Sebenarnya aku sudah siapkan surat pengunduran diri dan berencana resign bulan ini. Soal aku masih bisa jadi kapten pesawat atau nggak, itu sudah nggak aku pikirkan lagi. Lagi pula, masalah ini nggak ada hubungannya denganmu. Jangan nangis lagi."

Irena langsung tertegun dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Resign? Kenapa? Bukannya kamu bilang jadi pilot adalah impianmu?"

Robert terdiam beberapa saat. Saat kembali berbicara, nadanya mengandung makna yang sulit dijelaskan, "Bukan. Dulu waktu umurmu 8 tahun, kamu pernah muji seorang kapten pesawat, bilang dia ganteng sekali. Kamu juga bilang suatu hari nanti ingin nikah sama pilot dan ingin diajak terbang keliling dunia. Aku kira kamu masih ingat."

"Robert!" Irena sama sekali tidak menyangka bahwa alasannya adalah itu. Dia tak sanggup menahan diri lagi dan langsung menerjang ke dalam pelukan Robert.

Robert pun tertegun sesaat. Kedua tangan yang sempat ragu untuk merangkul akhirnya tetap memeluknya.

Melihat pemandangan itu, Keira merasa seperti ada pisau yang menusuk tepat ke dadanya, menyayat dagingnya hingga terasa sangat menyakitkan.

Dia mengepalkan tangan sekuat tenaga hingga buku-buku jarinya memutih, bahkan bibir bawahnya tergigit sampai berdarah. Dengan susah payah, dia menelan semua emosi yang menyakitkan itu, lalu meletakkan barang-barang yang dibawanya di depan pintu dan berbalik pergi.

Sampai di lantai bawah, dia berpapasan dengan beberapa rekan satu kru Robert. Mereka datang untuk menjenguk Robert. Setelah berbasa-basi sebentar, mereka menanyakan kondisi Robert.

Keira menjelaskan secara singkat dan memberi tahu nomor ruang rawatnya. Mereka baru hendak naik, tetapi tiba-tiba mendapat tugas penerbangan darurat. Jadi, mereka harus kembali ke bandara.

"Kak, kami harus kembali ke bandara sekarang. Tolong sampaikan salam kami ke Robert ya. Oh ya, ini surat pengunduran dirinya. Pimpinan sudah menyetujuinya. Tolong sekalian kasih ke dia."

Setelah menerima dokumen dan keranjang buah yang mereka serahkan, Keira melihat alasan pengunduran diri Robert. Hanya ada satu poin yang tertulis.

[ Sejak bergabung dengan maskapai ini, selama tiga tahun aku menerbangkan rute Palarina-Australia. Setiap kali mendarat di tanah Australia yang asing itu, aku selalu merasakan kehampaan. ]

[ Ketika terbang di antara awan, hatiku kembali diliputi perasaan semu seolah tidak memiliki tempat berpijak, seakan aku sudah kehilangan arah. ]

[ Sampai beberapa waktu lalu aku mendengar kabar dari seorang sahabat lama, barulah aku tersadar. Mungkin yang selama ini kukejar bukanlah langit biru, melainkan sosok seseorang. ]

[ Kini dia telah kembali. Aku menemukan kembali arahku dan hanya ingin semuanya berakhir dengan tenang. ]

Selama ini, Keira selalu mengira impian Robert adalah langit biru yang tak berujung dan kebebasan untuk terbang di angkasa. Namun ternyata, impiannya sejak awal adalah Irena.

Robert menjadi pilot demi menyenangkan hati wanita itu. Dia menjadi kapten pesawat agar bisa terbang ke Australia kapan saja untuk menemuinya. Bahkan alasan mengundurkan diri pun karena wanita itu sudah kembali.

Sementara itu, Keira hanya menempati posisi sebagai istri di atas kertas, tanpa pernah benar-benar masuk ke hatinya.

Keira memejamkan mata dengan putus asa. Dalam benaknya, terlintas kembali sosok Robert lima tahun lalu saat berpidato di aula.

Saat itu, Robert penuh semangat dan ambisi. Saat itu, Keira jatuh cinta. Namun, saat itu pula, Robert sedang berusaha keras agar bisa lebih dekat dengan Irena.

Sungguh menyedihkan dan konyol. Kini, orang yang ditunggu Robert telah kembali. Sudah waktunya Keira menyingkir dan memberikan tempatnya.

Sesampainya di rumah, Keira menelepon seorang senior yang selama ini ingin mengajaknya bekerja sama. Dia setuju untuk mendirikan studio desain bersama.

Setelah lulus kuliah, karena Robert hampir selalu memiliki jadwal penerbangan setiap minggu, Keira memilih menjadi ibu rumah tangga agar dapat mengurus keluarga dengan lebih baik.

Sekarang karena sudah memutuskan untuk pergi, dia juga memutuskan untuk kembali mengejar mimpinya.

Mendengar jawabannya, seniornya sama sekali tidak menyembunyikan kegembiraan. "Keira, dulu waktu masih kuliah, dosen sudah bilang kalau kamu memang dilahirkan untuk dunia desain. Semua orang nungguin kamu bersinar di bidang ini. Syukurlah, akhirnya kamu memikirkannya dengan matang!"

"Besok aku akan pulang dari luar negeri buat bahas kontraknya sama kamu. Alamat studio kita pilih di wilayah utara saja ya? Toh kamu sudah nikah, jadi bisa lebih mudah ngurus keluarga."

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 23

    Setelah urusan Irena selesai, Robert mencurahkan seluruh perhatiannya untuk mendapatkan kembali Keira. Setahunya, saat ini Keira masih belum menjalin hubungan dengan Stuart. Artinya, dia masih memiliki kesempatan.Kali ini, dia sudah memikirkannya dengan matang. Apa pun yang terjadi, dia tidak akan pernah lagi mengkhianati Keira.Keira boleh membuat satu, seratus, bahkan seribu lembar tabel nilai. Dia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan satu poin pun lagi.Asalkan Keira bersedia, kalaupun dia harus menyerahkan seluruh perusahaan keluarga, dia pun rela.Robert berhasil menemukan alamat Studio Bulir Padi. Dengan membawa seikat bunga, dia mengetuk pintu."Permisi, apa Keira ada?" tanyanya dengan sopan.Tatapan orang-orang di dalam studio langsung berubah penuh selidik. Di antara mereka, sang senior berjalan mendekat dan menatapnya dengan ekspresi rumit."Kenapa kamu datang?" tanya senior itu.Robert mengenalnya. Dialah orang yang mendirikan studio bersama Keira setelah perceraian mer

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 22

    Robert maju selangkah lagi. Baik saat menerima hukuman keluarga maupun saat muak terhadap Irena, kapan pernah dia menunjukkan ketulusan seperti ini?Kini, setelah akhirnya bertemu kembali dengan orang yang selalu dirindukannya siang dan malam, dia hampir ingin mencungkil hatinya sendiri untuk diperlihatkan kepada Keira.Namun, penampilan seperti itu hanya membuat Keira merasa muak. Rasa jijik dan asing di matanya menusuk hati Robert tanpa ampun."Pak Robert, mohon jaga sikap. Kalau Keira berniat memaafkan Bapak, dia nggak akan menyembunyikan identitasnya selama ini. Meskipun aku nggak tahu apa yang terjadi di antara kalian dulu, Keira adalah orang yang sangat baik. Aku rasa Bapak pasti telah melakukan sesuatu yang nggak bisa dimaafkan, sampai hubungan kalian berakhir seperti ini."Stuart berdiri di depan Keira pada saat yang tepat. Tatapannya juga sedingin es saat melontarkan sindiran itu tanpa basa-basi.Perkataan itu membuat tubuh Robert bergetar. Matanya makin merah. Dia memandang d

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 21

    Sejak wawancara itu ditayangkan, Robert segera menerima kabar tentang keberadaan Keira.Baru saat itulah dia tahu bahwa Keira kini tinggal di wilayah selatan. Seperti impian yang pernah Keira ceritakan dahulu, dia benar-benar telah mendirikan sebuah studio desain.Seperti orang yang kelaparan, Robert mulai mencari semua informasi tentang Studio Bulir Padi. Melalui itu, dia akhirnya mengetahui bagaimana kehidupan Keira selama satu tahun setelah meninggalkannya.Keira tidak terpuruk seperti dirinya. Sebaliknya, dia makin bersinar. Dia membangun studionya dari nol hingga kini menjadi nama yang dikenal luas di dunia desain.Robert menatap sosok wanita di bawah cahaya lampu tanpa berkedip. Dorongan di dalam hatinya makin sulit dikendalikan. Dia ingin memeluknya erat seperti dahulu. Namun, saat dia hampir melangkah mendekat, seseorang di sampingnya menarik lengannya."Robert ...." Irena menatapnya dengan tatapan memelas, memohon agar dia tetap tinggal.Namun, Robert bahkan tidak menoleh. Dia

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 20

    Keira menonton wawancara itu tanpa perubahan ekspresi.Sebagian besar isi wawancara membahas karya-karya Studio Bulir Padi. Hanya sebagian kecil yang menyinggung identitas Keira dan hubungannya dengan Robert.Setelah wawancara itu ditayangkan, topik itu sempat mendatangkan gelombang perhatian di internet. Namun, Keira hanya melihatnya sekilas, lalu kehilangan minat.Mungkin karena melihat reaksinya yang datar, Stuart berjalan mendekat. Di tangannya ada sebuah kartu undangan yang sengaja dia ayunkan di depan Keira.Sesuai dugaannya, mata wanita itu langsung berbinar. "Itu ...."Stuart tersenyum bangga. "Ya, baru diterima pagi ini."Keira segera merebut undangan itu. Dengan gembira, dia berputar satu kali sambil mengangkat undangan itu tinggi-tinggi.Undangan itu adalah tiket masuk ke lingkaran profesional dunia desain. Saat acara berlangsung nanti, bukan hanya tokoh paling berpengaruh di dunia desain yang akan hadir, tetapi juga kolektor dan pengusaha dari berbagai penjuru.Nama Studio

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 19

    Setelah minum bersama, Keira naik ke lantai dua untuk menikmati angin malam. Wajahnya sedikit merah karena alkohol, tetapi suasana hatinya sangat baik.Ini adalah tahun kedua sejak dia meninggalkan Robert. Dari rasa sakit dan kebingungan di awal, hingga sekarang dia tidak lagi terikat pada masa lalu. Dia benar-benar telah melepaskan pria itu.Dia tidak akan lagi merasa tak berdaya karena pria itu, meski hanya sedikit pun. Angin malam yang sejuk berembus pelan, mengibaskan rambut panjangnya. Pemandangan itu tampak seperti sebuah lukisan yang indah.Seseorang perlahan berjalan mendekat, lalu berdiri di sampingnya dan menyandarkan diri pada pagar balkon."Kenapa naik ke sini sendirian? Semua orang cari kamu," kata Stuart."Aku cuma ingin menikmati angin. Rasanya semua ini masih nggak nyata. Kita benar-benar berhasil." Keira menyipitkan mata. Senyuman tipis memenuhi wajahnya."Ya, kita berhasil." Stuart menatapnya dan ikut tersenyum.Dua tahun lalu, saat Keira dan seniornya mendirikan stud

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 18

    Sejak terbebas dari Robert, Keira menetap di wilayah selatan. Saat itu, setelah turun dari pesawat, seniornya sudah datang menjemput bersama anggota tim lainnya.Ketika berbicara tentang impian masing-masing, mata mereka semua berbinar penuh harapan.Pemandangan itu membuat Keira teringat pada dirinya yang dahulu. Kalau bukan karena Robert, seharusnya dia sudah melangkah bersama mereka sejak lama.Mereka makan bersama terlebih dahulu. Setelahnya, tanpa membuang waktu, mereka langsung mulai bekerja.Semua hal dalam studio yang baru dirintis harus dikerjakan sendiri. Mulai dari mencari lokasi, renovasi, pendaftaran perusahaan, hingga merekrut karyawan ....Proses membangun dari nol bukanlah hal yang mudah. Namun, Keira mengerjakan setiap hal dengan sungguh-sungguh. Dia tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan Robert.Mereka sibuk tanpa henti selama beberapa bulan. Akhirnya, kerangka awal studio itu pun terbentuk.Seniornya bertanya nama apa yang ingin digunakan. Setelah berpikir sejena

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status