“Olivia itu Kafka nungguin kamu, lama benar anak itu kalau dandan,” Mama meneriakkan Olivia dari ruang tamu, Olivia yang masih di kamar hanya ngedumel dalam hati.Pasti karena cowok itu datang kepagian makanya ia siap-siap buru-buru. Pukul enam lewat lima, Kafka sudah bertengger manis diatas motornya, tumben sekali cowok itu tidak membawa mobil hari ini.Padahal Olivia lihat di ramalan cuaca, hari ini akan hujan deras. Membuat was-was saja.“Sebentar, lagi pake parfum,” Olivia berseru tidak kalah kencang dari dalam kamar, tidak ada sahutan lagi dari Mama.Tapi tiba-tiba pintu kamarnya dibuka, Kafka sudah rapi dengan seragamnya.Tuh kan, kalau cowok itu datang ke rumahnya naik motor dan bertemu dengan Mama, pasti seragamnya rapi.Sungguh pencitraan yang baik Kafka Pradipta.“Sabar Kafka, gue lagi nyari buku PR gue,” Olivia menunduk, membuka laci tempat ia biasa menaruh buku tulis.Setelah menemukannya, ia mendongak cepat. Hampir saja terbentur siku meja, jika saja tangan besar Kafka ti
Baca selengkapnya