Bel pulang sekolah baru saja berdenting, Olivia segera merapikan buku dan memasukkannya ke dalam tas. Ia harus bergegas ke Ruang Konseling untuk tahu lebih lanjut tentang sanksinya.“Balik bareng nggak, Liv?” Sarah bertanya, keduanya sibuk menata barang-barang di meja.Olivia yang diajak bicara langsung mendongak, menatap Sarah. “Enggak deh, gue mau ke ruang konseling. Tadi Bu Dina nyuruh gue kesana abis kelas.”“Oke, bahas soal sanksi ya?” Sarah sudah membawa tas ranselnya dan berjalan beriringan dengan Olivia.Olivia mengangguk.“Iya, katanya guru-guru udah diskusi. Doain gue ya semoga gue nggak kena skors.” ujar Olivia cemas.“Pasti dong! Lo nggak salah tau,” ujar Sarah. “Liv, gue duluan ya. Ojol gue udah di depan.”Setelah berpisah dengan sarah di koridor kelas sebelas, Olivia melanjutkan langkahnya menuju Ruang Konseling. Ia sempat melirik ke arah jendela paling belakang kelas 11-B, kelas Kafka tepat di samping kelasnya. Guna curi-curi pandang, melihat sosok yang sudah lama tidak
閱讀更多