“Kalian beneran pacaran?”Suara Oliver terdengar seperti mengejek, Olivia mendengus pasrah. Harapannya hanya satu, semoga mama tidak diberitahu tentang hal ini.Olivia sudah seperti anak durhaka, banyak menyimpan rahasia dari mama dan papa, apalagi masalah yang besar itu hanya Oliver yang tau.Mereka kini sedang duduk di salah satu kedai es krim dekat rumah, yang terletak tepat di jalan belakang rumah Olivia, ini semua usul dari Olivia. Karena tempat ini jarang dilewati orang dan juga sepi pengunjung, meminimalisir terjadinya miskom.Pikirnya begitu.“Iya, dia yang ngajak gue pacaran,” Kafka menunjuk Olivia yang duduk di seberangnya. Oliver yang tadi sedang menatap Kafka dalam, kini menoleh ke samping.Olivia mengibaskan tangan ke udara, isyarat penolakan tegas. “Nggak. Bang, beneran bukan aku. Suka juga nggak sama Kafka.”Oliver sontak menutup mulutnya dengan tangan, menahan tawa.“Jadi siapa yang ngajak pacaran? Aneh deh kalian, pacaran tapi nggak saling suka.” selidik Oliver.Kafka
閱讀更多