“Olivia!”Gadis yang dipanggil namanya mendongak, dia baru saja selesai menata bukunya ke dalam laci meja. “Kenapa, Sarah?" Sarah sampai di depan mejanya setelah berlarian dari luar, nafasnya memburu dan menatap wajah Olivia dengan kesal. “Lo putus sama Kafka?”Olivia menganggukkan kepala. “Iya, sudah lumayan lama.”Sarah tiba-tiba menggebrak meja Olivia dengan gerakan kasar, membuat seisi kelas menoleh ke arah meja Olivia. “Berita lo putus rame banget di base sekolah, gue pikir bohong. Ternyata beneran?”Olivia mengangguk pasti. Itu bukan hal yang harus ditutupi dari orang lain, kan? Karena semua orang di sekolah juga pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat. "Beneran, Sarah. Emang kenapa, sih?”Sarah tiba-tiba menarik Olivia berdiri dari duduknya lalu menarik gadis itu menuju loker milik Olivia yang terletak dibelakang kelas. Di rak ketiga dengan nomor 30, loker milik Olivia.“Lihat, kan? Mereka sudah ngincer lo, Olivia. Haduh … ” seru Sarah. Olivia masih berdiri mematung menata
閱讀更多