"Tante tidak apa-apa, Sayang. Sama sekali tidak apa-apa," bisik Alina lembut. Melihat tubuh mungil itu bergetar ketakutan, Alina seketika berlutut dan langsung menggendong Sean ke dalam pelukannya. Tangan rampingnya mengusap lembut punggung anak itu, berusaha memberikan rasa aman di tengah tatapan orang-orang di area parkiran. "Sudah ya, Jagoan. Jangan takut lagi. Sekarang kita pulang, ya?" Sean menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Alina, mengangguk pelan sembari mengeratkan pelukan jemari kecilnya. "Iya, Tante... Ayo pulang..." Andri dengan sigap membukakan pintu mobil dinas, menatap iba ke arah anak majikannya. "Mari Alina, Den Sean. Kita langsung kembali ke rumah." Sepanjang perjalanan pulang, suasana di dalam kabin mobil terasa begitu hening. Sean yang biasanya sibuk mengoceh tentang permainan di sekolahnya kini hanya diam membisu, menyandarkan kepalanya di pangkuan Alina. Sesekali mata bulat bocah itu mengerjap kuyu, memandang kosong ke luar jendela dengan raut murung
آخر تحديث : 2026-07-23 اقرأ المزيد