"Tuan Reynard... apa Tuan benar-benar memberikan cek kosong ini pada saya?" Alina menatap lembaran kertas di genggamannya dengan tangan yang bergetar halus, seolah benda itu bisa hancur kapan saja. Reynard yang masih menyandarkan tubuh tegapnya pada kursi kebesaran, menatap lekat ke dalam netra bulat Alina. "Saya tidak pernah bermain-main dengan ucapan saya, Alina. Saya memercayaimu dengan nominal itu, asalkan kau tetap berada di sini dan menjaga putra saya, Sean, dengan baik. Hanya itu syaratnya." Alina menelan ludahnya yang terasa kelu, matanya mendadak terasa perih oleh rasa haru yang membuncah. "Terima kasih banyak, Tuan. Saya berjanji tidak akan mengecewakan kepercayaan Tuan." Keesokan paginya, suasana di dalam rumah mewah itu terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Aroma harum kopi hitam bermutu tinggi bercampur gurihnya panggangan roti menguar kuat dari arah dapur, memenuhi seluruh sudut ruang tengah. Reynard melangkah turun dari tangga lantai dua sembari sibuk membetu
آخر تحديث : 2026-07-19 اقرأ المزيد