Dua hari setelah insiden di aula, suasana di fakultas terasa seperti berjalan di atas es tipis. Nika memilih untuk membatasi interaksinya seminimal mungkin. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di sudut ruang sekretariat yang tenang, fokus pada layar laptopnya, menyelesaikan seluruh administrasi makrab tanpa sekalipun meminta bantuan Ardi. "Nika, ini data final dari divisi keamanan, sudah aku titipkan di meja sekre," suara Gibran memecah keheningan ruangan yang terasa sesak. "Oh, terima kasih, kak Gibran," jawab Nika tanpa menoleh. Jemarinya terus mengetik dengan ritme yang terlalu cepat, seolah melampiaskan kekesalan yang tertahan di dadanya. Gibran mengamati wajah Nika yang tampak pucat. "Kamu baik-baik saja? Sejak rapat di aula, kamu jadi pendiam sekali. Ardi juga... dia kayak orang linglung kalau nggak ada kamu di sekitarnya. Dia bolak-balik ke depan sekre, tapi lihat kamu fokus banget, dia nggak jadi masuk." Nika akhirnya menghentikan ketikannya. Ia menatap Gibran d
آخر تحديث : 2026-07-12 اقرأ المزيد