Suara sekrup besi yang berderit nyaring akhirnya disusul oleh dentuman kecil saat penutup teralis ventilasi itu ambruk ke lantai semen. Dari balik lubang gelap tersebut, wajah Ardi yang dipenuhi keringat dan lebam muncul dengan sorot mata penuh determinasi. "Ardi!" panggil Nika tertahan, berusaha mendekati dinding dengan langkah tergesa-gesa. "Tunggu sebentar, Nik, aku akan membongkar gembok sel ini," ujar Ardi terengah-engah, langsung merangsek keluar dari lubang ventilasi dan mendarat dengan agak pincang di lantai sel. Luka di perutnya kembali berdenyut nyeri, namun ia sama sekali tidak memedulikannya. Ardi segera mengeluarkan kawat pengait kecil dari saku jaketnya, lalu memasukkannya ke dalam lubang kunci pintu jeruji besi. Tangannya sedikit bergetar, namun ia tetap fokus. "Kamu tidak seharusnya datang ke tempat berbahaya ini sendirian, Ardi," bisik Nika, air matanya menetes saat melihat kondisi fisik Ardi yang babak belur. "Bagaimana kalau mereka menangkapmu juga?"
آخر تحديث : 2026-08-02 اقرأ المزيد