Pria berjas kusut itu terbatuk keras, tubuhnya terjepit di antara dinding semen dingin dan meja kerja yang roboh akibat terjangan Ardi. Napasnya memburu, namun alih-alih menunjukkan rasa takut, sudut bibirnya justru terangkat membentuk sebuah senyuman miring yang mengerikan. "Kamu pikir dengan melumpuhkanku, semua masalah ini selesai, Ardi?" geram pria itu di tengah ringikannya, matanya menatap tajam penuh kebencian. "Organisasi ini tidak dibangun oleh satu atau dua orang saja. Kami adalah akar yang tertanam di bawah tanah Jakarta. Bahkan jika kamu membunuhku sekarang, salinan data Project Sentinel yang asli sudah otomatis terunggah ke cloud luar negeri. Dalam waktu satu jam, seluruh sistem infrastruktur kota ini akan lumpuh total!" Gibran yang berdiri tak jauh dari sana langsung berlari mendekati jajaran monitor utama, jemarinya bergerak selihai kilat menyusuri baris demi baris kode yang sedang berjalan. "Ardi, jangan dengarkan dia! Dia sedang mengulur waktu! Sial... enkrip
Última actualización : 2026-08-28 Leer más