Aku spontan melipat kedua telapak tangan di depan dada sambil membungkuk, memberikan gestur hormat yang canggung. "Maafkan saya, Pak. Tadi saya hanya terbawa suasana. Saya sama sekali tidak bermaksud mengatai Bapak..."Namun, Axel sama sekali tidak merespon permohonan maafku. Ia justru dengan santainya mendudukkan diri di tepi meja kerjanya sambil membenamkan kedua tangan di saku celana. Tatapan matanya memicing tajam, menatapku penuh selidik dari atas kepala hingga ujung kaki.Aku perlahan menegakkan tubuh, lalu meliriknya hati-hati. "Pak... Bapak nggak akan memecat saya, kan?"Axel hanya tersenyum miring tanpa menyumbangkan sepatah kata pun.Waduh, gawat nih! Kalau aku dipecat, kira-kira bakal kena denda penalti juga nggak ya? Atau justru ini kesempatan bagus buat resign tanpa perlu bayar denda?"Lanjutkan saja pekerjaanmu," ucapnya dingin, lalu beranjak melangkah keluar dari ruangan begitu saja.Aku spontan menegakkan tubuh se
Last Updated : 2026-08-28 Read more