“Tolong! Ubah kebiasaanmu bicara sendiri seperti itu, Zayn! Kami tidak mengerti maksudmu. Carlos, Zoya, Viki, Purna Arsih, dan Araki. Siapa mereka? Apa masalah mereka dengan Om Felix, Tante Kirani, dan Emiko? Aku sudah mencoba mencerna satu per satu, tapi ….”“Itu alasanku mengajak kalian berkumpul di sini,” potong Zayn seraya bangkit dan melangkah menuju ke sudut ruangan untuk membuat teh.Dhefin melirik ke arah Tama dan memberi tanda agar sedikit bersabar.Beberapa saat kemudian, Zayn kembali duduk dengan secangkir teh di tangannya. Dia lantas menyeruput teh hangat tersebut sambil mencoba menyusun kalimat yang masih sedikit berantakan di dalam benaknya.“Hm, baiklah, aku akan menceritakan secara singkat dari awal karena aku rasa kalian akan kesulitan mencerna kalau hanya sepotong kalimat,” ujar Zayn.“Apa kamu ingin mengatakan otak kami lambat?” tanya Tama tersinggung.“Mengapa kamu mudah tersinggung, bro? Apa Aira mendiamkanmu?” Zayn balik bertanya. Dia jarang menggoda kedua sahaba
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-13 Mehr lesen