Aku gugup. "Pak... Pak Slamet."Officer Sinyoru mencatat. "Kami akan cek. Kalau bohong, kamu dan Kapten bisa dipenjara."Aku langsung membungkuk. "Saya tidak bohong, Officer. Saya mohon."Kapten maju. "Officer. Kami bertanggung jawab. Kami akan bawa dia ke Yokohama. Di sana ada kantor imigrasi Jepang yang bisa urus. Di sini kalau kami tinggalkan, dia akan jadi gelandangan. Tolong."Officer Sinyoru diam. 10 detik. 20 detik. Akhirnya ia cap kertas. _Buk._ "Baik. Kami beri 'Landing Pass 48 jam'. Dia harus tetap di kapal. Tidak boleh turun. Setelah ini langsung berangkat ke Yokohama. Dan Kapten, kirim email ke kami begitu sampai. Kalau tidak, kami blacklist kapal ini."Kapten membungkuk dalam. "Hai. Terima kasih, Officer."Begitu pintu tertutup, lututku lemas. Aku jatuh duduk.Juru mudi berbisik. "Captain. Itu gila. Kalau ketahuan..." "Kalau ketahuan kita semua tamat," potong Kapten. "Tapi kalau kita tinggalkan dia di sini, dia yang tamat."Kapten menatapku. "Aiko. Kamu dengar? 48 j
Last Updated : 2026-08-17 Read more