Share

89. Pria Itu...

Author: A mum to be
last update publish date: 2026-09-13 15:02:50

            Aldi menghela napas panjang, meraup wajahnya dengan sebelah tangan seraya menatap Sena yang berdiri kaku di depannya. Tatapan mata Sena yang sarat akan amarah dan luka membuat pertahanan diri Aldi perlahan goyah. Pria itu menyadari, menahan atau melarang Sena saat ini hanya akan membuat gadis itu makin nekat mengambil tindakan berbahaya.

            Tanpa mengucap s

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   117. Hasilnya Sudah Keluar

    Tubuh Sena membeku seketika. Napasnya tertahan di tenggorokan, tersapu oleh gelombang terkejut saat lengan kekar Aldi merengkuh tubuhnya tanpa peringatan. Aroma maskulin yang bercampur dengan hawa dingin malam merangsak masuk ke indra penciumannya, terasa begitu pekat dan intim. Selama beberapa detik, ia hanya bisa berdiri kaku di balik pintu kamar yang terbuka separuh. Sena mencoba memegang kedua lengan Aldi, berniat menolak dan mendorong pria itu pelan untuk melepaskan diri. Namun, sebelum sempat menyuarakan protesnya, Aldi mulai bersuara."Hasilnya sudah keluar," bisik Aldi dengan suara yang hampir tak terdengar, bergetar tipis di dekat telinga Sena. "Freya... Dia memang anak kandung saya."Kata-kata itu meluncur bersama helaan napas lega yang begitu berat dari d

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   116. Sampai Kapan Pun

    "Tante buatin waffle cokelat keju untuk bekal Zio dan Chika," kata Sena begitu melihat Freya masuk ke ruang makan. Mumpung pagi itu yang muncul hanya mereka berdua, Sena memanfaatkan kesempatan ini untuk memperhatikan anak sulung Aldi tersebut."Kata Bik Mirna kamu kurang suka cokelat. Yang ini... cuma keju aja. Mau dibawa gak?" Kali ini suara Sena sedikit terbata, gadis itu menggigit bibir bagian bawahnya usai berucap demikian.Freya tidak menjawab, tetapi dia mengulurkan tangan untuk menerima kotak bekal berwarna lilac dari tangan Sena. "Thanks.""Very welcome, Fre." Sena mengulum senyum ramah saat tangan Freya memasukkan kotak tadi ke dalam tasnya. Tak lama kemudian, keriuhan kecil memecah kecanggungan saat Chika dan Zio masuk ke ruang makan. Suara celoteh riang kedua anak itu mendadak menghidupk

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   115. Tahu Apa Kamu??

    "Mas Aldi tadi ketemu sama Kak Bian ya di depan tadi?" Sena malah balik bertanya, nada suaranya terdengar sangat tenang. Aldi tak menjawab. Alisnya berkerut tipis, tertegun sejenak karena Sena menolak untuk dipojokkan begitu saja."Kenapa kamu kelihatan benci banget sama Kak Bian, Mas?" tanya Sena lagi, santai namun menusuk. "Dia itu adik Mas sendiri, walaupun kalian beda ibu.""Jangan sok tahu kamu," sahut Aldi dengan suara rendah yang amat dingin, matanya mengeras. "Ibunya datang merebut posisi mama saya. Dan kamu minta saya bersikap biasa saja pada anak dari wanita itu?" Sena terdiam sejenak mencerna kalimat sinis yang sarat akan luka masa lalu itu. Namun, bukannya mundur, Sena justru mengulum senyum tipis, senyuman hambar yang dibalut keberanian."Saya kenal Kak Bian sejak masuk SMA. Gimana bisa saya percaya sama

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   114. Dia Istri Saya

    Gumpalan emosi yang membakar di mata sang lawan bicara tak lantas membuat Aldi terpancing. Pria itu hanya memberikan tatapan dingin nan datar. Ia memilih tak melayani luapan amarah Bian."Urusan kamu ke sini cuma karena papa," tegur Aldi dengan suara rendah yang amat mengintimidasi. "Jangan tambah masalah baru di tengah kondisi Mama yang tidak stabil karena kedatangan kamu." Aldi memutar tubuhnya, hendak berbalik menuju mobil yang masih menyala di tepi jalan. Namun, suara bariton Bian berikutnya seketika menahan pergerakan kakinya."Jangan jadikan Sena sebagai alat balas dendam." Aldi menghentikan langkahnya tepat di samping pintu mobil. Ia berbalik lambat, menatap Bian y

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   113. Lepaskan Sena

    Genggaman tangan itu terlepas seketika. Bian membeku di tempatnya. Ia menatap Sena dan Aldi bergantian, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Sementara itu, Sena membelalak kaget. Dirinya sama sekali tak menyangka jika kalimat lugas tadi akan lolos begitu saja dari bibir Aldi."Mas Aldi, please! Biarin saya bicara sama Kak Bian," bisik Sena penuh penyesalan, menatap Aldi dengan tatapan memohon yang amat dalam. Sena tidak menunggu jawaban lebih lanjut. Tanpa memedulikan atmosfer yang membeku, ia setengah menarik lengan Bian untuk melangkah keluar dari pintu utama. Aldi mematung di tempatnya, menyandarkan bahu di bingkai pintu dengan rahang mengeras ketat. Pria itu menyila

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   112. Tamu Tak Terduga

    "Sena, kamu...""Suruh dia masuk." Suara Aldi barusan membuat Sena dan Bian kompak menoleh ke belakang. Pria itu berdiri tegak di ujung lorong dengan tangan bersedekap, menatap lurus ke arah pintu utama. Tatapannya datar, tetapi ada hawa dingin yang perlahan menjalar. Pada akhirnya Sena mundur perlahan, memberi jarak hingga Bian melangkah masuk ke rumah megah itu. Langkah kaki Bian terasa ragu, matanya sempat tertambat pada Sena dengan beribu pertanyaan yang menyangkut di tenggorokan. Namun, mereka tidak sempat berbicara lantaran Zio dan Chika sudah muncul melompat-lompat dari arah taman belakang dengan handuk kecil melingkar di leher."Papa!" seru Zio, yang langsung terhenti begitu menyadari keberadaan pria asing di dekat pintu."Kalian langsu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status