Liam mengangguk pelan, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia melihat jam tangannya, lalu meminta Marfa untuk segera pulang. Marfa mengerti, waktu begitu berharga bagi pria sibuk seperti Liam. Tanpa mengulur waktu atau memprotes lebih jauh, Marfa bergegas meninggalkan ruangan. ** "Liam, kamu sudah pulang?" tegur Lisya heran saat mendapati putranya tiba di rumah lebih awal dari biasanya. Wanita itu baru saja selesai mandi dan tampil rapi. Rupanya, Rusdi juga sudah berada di ruang tengah. Melihat kedatangan putranya, ada pendar kebahagiaan yang samar di wajah pria paruh baya itu. "Ayah," panggil Liam sembari mendudukkan diri di sofa, tepat di hadapan ayahnya. Raut wajahnya menyiratkan niat untuk membicarakan hal penting. "Aku ingin bicara. Besok aku akan membawa Marfa dan Vian pindah ke rumah baru," kata Liam langsung pada inti, tanpa basa-basi sedikitpun. Rusdi tersentak. Selama ini, ia mengira Liam tidak pernah mempertimbangkan opsi itu. "Maksudmu, kalian akan pinda
Last Updated : 2026-08-09 Read more