"Kamu gak kunci pintunya lagi, Angkasha? Apa kamu sengaja?"Suara dalam dan parau Angkasa membuat Asha terkesiap. Gadis itu lalu menggeleng keras. "Bu-bukan sengaja, Kak. A-aku lupa."Asha menunduk. "Maaf, Kak," cicitnya.Pria itu mengerjap pelan, kemudian berbalik dan melangkah mendekatinya.Asha merasakan tubuhnya seketika menegang. Entah kenapa, setiap langkah Ketua BEM galak itu terasa membuat jantungnya berdetak cepat. Saat Angkasa berhenti tepat di hadapannya, Asha mendongak ke wajah pria itu"Masih mau mandi?" tanya Angkasa datar. Tatapannya begitu tajam hingga membuat bulu kuduk Asha meremang.Gadis itu lalu berkedip beberapa kali. "Udah… enggak kok, Kak.""Kalau begitu keluar," titah pria itu dingin."I-iya, Kak," sahut Asha.Tanpa menunggu lebih lama, gadis itu segera menyingkir dan berlari semut keluar dari kamar mandi.Begitu pintu tertutup di belakangnya, ia menepuk dahinya sendiri
Última actualización : 2026-09-04 Leer más