Tahun 2015. Eric menuruni tangga fakultas setelah kelas berakhir. Kemeja putihnya sudah mulai pudar, sementara lutut celana jeans yang dikenakannya tampak usang. Meski begitu, pakaian itu tetap bersih dan rapi. Di tengah lautan mahasiswa yang mengenakan pakaian bermerek, penampilannya begitu mencolok, seolah ia berada di tempat yang salah. “Sttt… lihat tuh, mantanmu lewat, Issa.” Christine menyenggol lengan Issabel sambil tersenyum jahil. Issabel yang berdiri bersama Christine dan Xavia langsung menoleh. Begitu matanya menangkap sosok Eric, wajahnya seketika berubah dingin. “Sudahlah, jangan bahas dia lagi.” Christine justru terkekeh. “Lucu, ya. Dulu kamu sampai tergila-gila sama dia. Sekarang lihat mukanya aja kayak jijik.” Rahang Issabel mengeras. Tiga tahun lalu, saat masa orientasi kampus, dialah yang lebih dulu jatuh hati pada Eric. Sikap tenang pria itu membuatnya terpikat. Bahkan, Issabel sendiri yang memohon agar hubungan mereka menjadi lebih dari sekadar teman. Na
Última actualización : 2026-07-24 Leer más