Freya menatap Brian yang berdiri di ujung koridor dengan senyum ramahnya yang biasa, seolah dunia baik-baik saja. Rasa marah yang tadi tertahan di dadanya kini mendidih, siap meluap kapan saja.“Frey? Kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali,” tanya Brian, melangkah mendekat dengan raut khawatir yang terlihat begitu meyakinkan.Freya menatap Brian lekat-lekat, mencoba mencari secuil rasa bersalah di balik wajah tenang itu. Tapi yang dia temukan hanyalah ketenangan yang begitu wajar, seolah pria ini benar-benar tidak tahu apa-apa.“Aku baru saja melihat data penjualanku,” kata Freya akhirnya, suaranya datar tapi tajam. “Kenapa kode stafmu ada di transaksi-transaksi besarku, Brian?”Untuk sepersekian detik, ada kilat terkejut yang lewat di mata Brian. Tapi secepat itu pula raut wajahnya kembali normal, bahkan menampilkan ekspresi bingung yang dibuat-buat.“Maksudmu apa? Aku tidak paham,” balas Brian, mengangkat bahu seolah benar-benar tidak mengerti.“Jangan berpura-pura, Brian.” Freya melangk
Última actualización : 2026-08-21 Leer más