Freya membeku. Dia menatap panik saat melihat mata Keano menyipit, seolah sedang mengintimidasinya.Seketika Freya meneguk ludah kasar, wajahnya kini memerah padam. Dia memeluk piyama satin di dadanya semakin erat, berusaha keras menyembunyikan kepanikan di balik senyuman yang sangat canggung.“E-eh? Tidak ... tidak ada, Pak,” elak Freya dengan nada suara yang sedikit meninggi karena gugup. “Saya tidak memikirkan apa-apa, kok,” katanya lagi meyakinkan.Senyum samar nyaris tak terlihat terangkat di bibir Keano saat melipat kepanikan di wajah Freya. Sebelum Keano kembali bicara, suara Freya sudah lebih dulu terdengar.“Saya mau ganti baju dulu, Pak.” Freya bicara dengan sangat cepat.Tanpa menunggu balasan Keano, Freya bergegas melangkah menuju pintu walk in closet. Namun, karena langkah kakinya yang terlalu terburu-buru dengan gerakan panik, dia justru tersandung oleh ujung kakinya sendiri.“Akh ….” Freya menjerit pelan saat tubuhnya mendadak limbung ke depan. Dia memejamkan mata rapat
Última actualización : 2026-08-15 Leer más