Mentari pagi melukis garis-garis tipis kemerahan di balik tirai beludru tebal ruang kerja pribadi Adipati, menyisakan udara dingin sisa hujan semalam yang masih membekap sudut-sudut ruangan. Adipati duduk terpaku di balik meja kerja kayu jati mahoni raksasa, menatap berkas laporan keuangan korporasi yang terbentang di hadapannya tanpa satupun huruf yang benar-benar masuk ke dalam otaknya. Pikirannya terus melayang pada kejadian semalam, pada bagaimana jemarinya secara tidak sadar mencari kehangatan, dan pada tatapan mata Citra yang telak menghujam pertahanannya.Pintu kayu berukir klasik itu tiba-tiba berderit pelan, terbuka tanpa suara keras yang biasa mengiringi kedatangan para staf rumah tangga. Citra melangkah masuk membawa nampan berisi secangkir kopi hitam pekat dan sepiring kecil biskuit gandum, bergerak dengan tenang seolah mengabaikan ketegangan kasat mata yang memenuhi ruangan tersebut."Aku meletakkannya di sini, Tuan," suara Citra terdengar tenang, datar, namun menyisakan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-02 อ่านเพิ่มเติม