Keesokan harinya, saat membuka mata, Maya mendapati tempat di sisinya sudah kosong.Matanya menatap sprei yang sedikit kusut di sampingnya, mengingat kembali apa yang terjadi semalam. Rasa panas di kulitnya seolah masih berjejak. Namun, tidak ada rasa penyesalan. Maya tahu persis apa yang ia lakukan. Setidaknya, penyerahan dirinya semalam memberikan jaminan agar Julian tidak lagi melepaskannya begitu saja.Sudah ada wanita lain seperti Clara dan ancaman-ancaman lain yang mengejar posisi di sisi Julian. Jika memang tubuh dan pengabdiannya yang diharapkan Julian, Maya akan memberikannya. Ini bukan tindakan bodoh karena rasa cinta yang buta, melainkan sebuah strategi bertahan hidup di dunia pria berkuasa itu.Gorden tinggi di kamar penthouse itu sedikit tersingkap. Maya turun dari tempat tidur, mengikis jarak menuju jendela dan menyibak tirai sepenuhnya. Hamparan kota dari lantai tertinggi gedung ini menyambutnya—dingin, megah, dan sepi. Seolah tidak ada satu pun yang benar-benar dimilik
Last Updated : 2026-08-12 Read more