“Siena, baru datang? Kamu diminta langsung ke ruangan HRD,” ucap Stella yang baru saja menaruh seberkas dokumen di mejaku.Aku menarik napas pendek. Aku terlambat lima menit. Tadi gara-gara mau turun dari mobil, aku ditahan sebentar oleh Mas Rian, jadinya jam kerjaku terulur molor lima menit.Aku berjalan gontai menuju lorong lift untuk naik ke ruangan HRD yang berada di lantai delapan.“Pagi, Bu…” sapaku melangkah masuk.“Hm… duduk, Siena,” ucap staf HRD itu serius. Beliau melihatku sebentar sebelum kembali fokus menatap monitor komputernya.“Siena… aku tahu ibumu sempat sakit, dan kamu tidak memiliki siapa-siapa di sini. Tapi kamu harus coba cari cara bagaimana supaya absensimu bagus. Kerjamu memang bagus, tapi kamu keseringan izin… dan hari ini kamu terlambat lagi,” ucap HRD panjang lebar.Aku sudah siap membentengi diri dari kabar buruk, walaupun dalam hati terus berdoa semoga pihak HRD masih memberikanku pengecualian.“Saya tahu, Bu… Lain kali saya akan berusaha lebih baik—”“Gak
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-15 Mehr lesen