“Pantesan… Dulu waktu aku menyuruhmu cari perempuan buat memuaskanmu kamu menolak. Sekarang? Tiba-tiba saja… mengajukan cerai!” cecar Monica, suaranya meledak-ledak memenuhi seluruh ruangan.Untungnya, ruangan ini cukup kedap suara.Aku langsung diam, lalu buru-buru berdiri dan melangkah mundur untuk memberi jarak. Namun, aku tak berani benar-benar keluar dari ruangan. Dari sudut mataku, aku melihat Pak Jeremy masih duduk di tempatnya, tampak luar biasa tenang meski rahangnya menegang.“Dan kamu…” Monica mengalihkan pandangan tajamnya padaku, menatapku dari atas ke bawah dengan raut jijik. “Muka saja yang lugu, tapi ternyata pelakor juga, ya?”Belum sempat aku merespons, dia melangkah cepat mendatangi tempatku berdiri.Brak!Monica mendorong bahuku ke belakang cukup keras hingga tubuhku terhuyung. Sebelum aku hilang keseimbangan, sebuah tangan kekar menangkap pinggangku dari belakang. Pak Jeremy sudah berdiri di sampingku, menahan tubuhku agar tidak jatuh.Mukaku rasanya memerah dan p
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-19 Mehr lesen