"Jangan khawatir soal masalah pernikahan, kami yang akan urus persiapannya. Kamu cuma perlu kembali tepat waktu. Orang yang kami pilihkan buat kamu sudah diseleksi dengan cermat oleh aku, Ayah, dan Ibu. Latar belakang keluarga, kepribadian, dan penampilannya sempurna. Dia pasti sesuai seleramu.""Oh iya. Kali ini, kamu kan balik buat nikah. Jangan lupa gantikan aku untuk undang sahabat lamaku, si Nicholas. Waktu kamu bersikeras mau kuliah di Kota Jabura dulu, kamu kan juga sempat tinggal di rumahnya untuk sementara. Waktu itu, dia juga menjagamu dengan sangat baik. Jadi, ingat mau undang dia ke pernikahanmu."Fiona tidak tahu harus bagaimana menanggapi hal itu. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya menjawab dengan suara pelan, "Dia nggak bisa hadir."Baru saja Fiona menjawab, pintu rumah sudah dibuka. Dia segera menutup telepon dan menatap Nicholas Winata yang baru saja pulang. Pria itu mengangkat sebelah alisnya. Di wajahnya yang memancarkan aura bad boy, tersungging senyum penuh p
อ่านเพิ่มเติม