Entah berapa lama berlalu, Ratna terbangun oleh rasa sakit yang luar biasa."Air ... tolong ...."Ratna mengerahkan seluruh sisa tenaganya, tetapi suara yang keluar dari bibirnya hanya selemah rintihan anak kucing.Tepat saat itu, terdengar isak tangis Linda dari luar pintu."Maaf, Kak Arman, ini semua salahku ....""Aku salah ingat golongan darahku, sampai bikin Kak Ratna hampir kehilangan nyawa. Hukum aku aja. Hukuman apa pun bakal aku terima!"Melalui celah pintu, Ratna melihat raut wajah Arman yang begitu lembut, seolah bisa melelehkan apa saja.Pria itu mengusap puncak kepala Linda dengan lembut, dengan nada suara yang begitu penuh kasih, sebuah kelembutan yang tak pernah sekali pun Ratna dengar darinya."Udah, nggak usah nyalahin diri sendiri lagi. Toh Ratna juga nggak mati, 'kan? Kamu 'kan niatnya baik, mana tega aku hukum kamu?"Hati Ratna terasa makin perih.Benar saja.Meski nyawanya hampir melayang, Arman takkan pernah mau menyakiti Linda demi dirinya, sedikit pun tidak.Ent
اقرأ المزيد