Yulia memegang ponselnya, merasakan rasa dingin yang merembes dari sela-sela tulang hingga menenggelamkan dirinya.Di balik Sanjaya Kapital ada Hendra. Jadi, meskipun tahu betul kalau laporan itu nyata, pria itu tetap memilih memakai cara ini untuk membantahnya.Tapi, dia tidak punya waktu buat bersedih.Dia bergegas kembali ke kantor redaksi, merapikan dan mencadangkan ulang semua sumber data, lalu bersiap merilis klarifikasi. Dia tidak boleh membiarkan reputasi kantor redaksi rusak dan kerja keras rekan-rekannya terbuang sia-sia cuma gara-gara dirinya.Tapi, pas membawa draf tulisan itu untuk menemui Gerry, yang dia lihat justru sorot mata pria itu yang menghindar.Pria itu menggeser sebuah amplop ke hadapannya, tempat tulisan "Surat Pengunduran Diri" terukir jelas baris demi baris."Maaf." Suara Gerry terdengar serak dan kering, "Kamu dibimbing oleh tanganku sendiri. Melihatmu tumbuh jadi wartawan yang begitu hebat, aku sangat bangga."Bagi Yulia, Gerry adalah atasan, mentor, sekali
Read more