Entah karena pergelangan kakinya terkilir atau gimana, Susan terjatuh cukup lama, nggak bisa berdiri tegak. Ketika ada orang yang topang tubuhnya, dia noleh dengan terkejut. Ternyata orang itu adalah Rudi.Sekejap, mata Susan memerah. Hidungnya terasa perih, dan saat dia tundukkan pandangannya, air mata pun jatuh dari sudut matanya.“Kamu kok masih ada di sini?”Rudi jongkok di sampingnya. Dengan senyum lebar, dia tanya, “Aku loh baik-baik saja, ngapain kamu kasih aku kartu bank?”Susan tetap tundukkan kepalanya. Suaranya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, “Sebenarnya, semua ini karena aku. Kamu sampai ....”Belum sempat Susah selesaikan kalimatnya, Rudi sudah sambung kalimatnya, “Aku tahu.”Dengar itu, Susan angkat wajahnya dan menatap Rudi. Matanya dipenuhi rasa terkejut dan bingung.“Kamu ....”Namun, Rudi masih tersenyum. Dengan nada tenang, dia berkata, “Aku nggak pernah takut.”Sejak direktur rumah sakit kasih tahu kalau dia dipecat, sebenarnya Rudi sudah duga siapa dalang di b
더 보기