Yasmin mengangguk tipis.Namun, begitu Galen pergi, Naura segera berkata dengan suara manja, "Kak, aku ingin naik kuda."Yasmin mengernyit. "Kamu sedang mengandung, tidak baik menunggang kuda.""Tapi yang mulia berkata agar Kakak menjagaku." Naura tersenyum polos. "Apa Kakak hendak melanggar perintah yang mulia?"Yasmin terdiam sejenak, lalu akhirnya maju dan memegang tali kekang.Namun, begitu Naura naik ke atas kuda, dia tiba-tiba menghimpit perut kuda dengan kedua kakinya!Kuda itu kesakitan, mengangkat kedua kaki depannya dan meringkik keras.Naura menjerit, lalu terjatuh dengan keras dari punggung kuda."Ah! Anakku!"Suasana seketika kacau.Ketika Galen kembali, darah dari rubah putih itu bahkan belum mengering.Tabib istana dengan gemetar melaporkan, "Nona Naura mengalami patah tulang. Untungnya, beberapa hari terakhir dia cukup banyak mengonsumsi obat penguat, sehingga janinnya tidak apa-apa."Naura tersadar tepat pada waktunya, lalu dengan mata berkaca-kaca meraih lengan baju G
Read more